Media Asuransi, JAKARTA – PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 91,2 persen secara tahunan (yoy) pada semester I/2026.
Corporate Secretary BRI Finance Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan pertumbuhan tersebut sejalan dengan strategi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat kualitas portofolio melalui penerapan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian.
“Kinerja BRI Finance pada semester I/2026 menunjukkan pertumbuhan yang positif. Laba perseroan tumbuh 91,2 persen secara tahun ke tahun. Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi bisnis yang kami jalankan secara konsisten,” ujar Dhani, dikutip dari keterangan resminya, Rabu, 23 September 2026.
Pertumbuhan kinerja BRI Finance turut ditopang oleh ekspansi pembiayaan pada segmen konsumer. Penyaluran pembiayaan pada segmen tersebut tumbuh 223,35 persen secara yoy hingga Juni 2026.
|Baca juga: Ekonom Permata Bank Ramal BI-Rate Tetap 5,75% di September 2026
|Baca juga: Capital Market Run 2026 Kembali Digelar, Target 4.000 Peserta
Segmen konsumer juga masih menjadi bagian utama dalam portofolio bisnis BRI Finance. Perusahaan menargetkan komposisi portofolio pembiayaan sebesar 75 persen pada segmen konsumer dan 25 persen pada segmen komersial. Sinergi dalam ekosistem BRI Group menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan.
“Ke depan, kami akan terus mengembangkan portofolio secara seimbang dengan melihat kebutuhan pasar dan potensi masing-masing segmen. Kami tetap menjaga pertumbuhan secara prudent dengan memperhatikan kualitas aset dan penerapan manajemen risiko,” jelasnya.
BRI Finance menilai industri pembiayaan masih memiliki ruang pertumbuhan seiring dengan kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang semakin beragam. Namun, perusahaan tetap mencermati sejumlah faktor yang dapat memengaruhi industri, termasuk kondisi suku bunga dan perkembangan sektor otomotif.
Untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan, BRI Finance mengarahkan pembiayaan pada segmen yang memiliki kualitas aset dan prospek pertumbuhan positif. Perusahaan juga tetap mengedepankan penerapan manajemen risiko dalam pengembangan bisnis.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
