Media Asuransi, JAKARTA – Seiring berkembangnya kebutuhan finansial masyarakat, layanan wealth management kini tidak lagi hanya berfokus pada produk investasi, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan solusi finansial yang lebih menyeluruh dan relevan dengan kebutuhan nasabah.
Melihat perubahan kebutuhan tersebut, OCBC memperkuat langkah strategisnya di Indonesia, salah satunya melalui akuisisi bisnis International Wealth and Premier Banking (IWPB) milik HSBC. Langkah ini sejalan dengan upaya OCBC untuk memperluas kapabilitas wealth management dan memperkuat layanan bagi nasabah di Indonesia.
|Baca juga: Allianz Yakin PDB Global Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian
|Baca juga: Allianz Life Indonesia Sebut Kecerdasan Buatan Tampil sebagai Mesin Pertumbuhan Baru
IWPB Indonesia dari HSBC melayani pelanggan ritel dan wealth, menawarkan produk dan layanan perbankan yang lengkap, serta wealth management yang disesuaikan dengan kebutuhan. Portofolio ini terdiri dari simpanan nasabah, produk investasi, mencakup obligasi, reksa dana dan asuransi, kartu kredit, serta retail loans.
CEO OCBC Group Tan Teck Long mengatakan akuisisi IWPB Indonesia milik HSBC sangat sesuai dengan strategi the next frontier dari OCBC. Akuisisi ini mengikuti keberhasilan integrasi OCBC Indonesia dengan PT Bank Commonwealth Indonesia pada 2024 untuk memperluas penetrasi pasar OCBC di ekonomi terbesar Asia Tenggara.
“Khususnya di Indonesia yang merupakan salah satu pasar pertumbuhan utama OCBC,” ujarnya, dikutip dari keterangan resminya, Minggu, 17 Mei 2026.
|Baca juga: Chief Economist Permata Bank Soroti Risiko Global terhadap Pasar Keuangan RI
|Baca juga: BFI Finance (BFIN) Klarifikasi soal Berita Penarikan Paksa Mobil di Tangerang Selatan
Pengalaman panjang OCBC Indonesia di pasar domestik menjadi salah satu kekuatan utama perusahaan.
Presiden Direktur OCBC Indonesia Parwati Surjaudaja menyatakan kombinasi dari nilai lokal yang didapatkan OCBC Indonesia, digabungkan dengan kapabilitas regional yang dimiliki oleh OCBC Group, menjadi modal penting untuk memperkuat layanan wealth management di Indonesia.
“Terutama di tengah meningkatnya kebutuhan nasabah terhadap akses produk, layanan, insights, hingga konektivitas regional,” ucapnya
Parwati menambahkan OCBC mengerti potensi wealth management di Indonesia bukan hanya kebutuhan segment affluent saja. “Oleh karena itu, ke depannya OCBC semakin berkomitmen untuk menjadi mitra nasabah berbagai segmen untuk dapat membantu pertumbuhan aset, sesuai kebutuhan dan aspirasi finansial mereka,” tuturnya.
|Baca juga: Prudential Syariah Bayar Santunan Klaim dan Manfaat Rp2,2 Triliun di 2025
|Baca juga: Pengumuman Lengkap MSCI: 6 Saham RI Dicoret dari Indeks Global Standar
Selain memperluas kapabilitas lokal dan regional, OCBC juga terus mengembangkan layanan digital untuk mendukung pengalaman nasabah yang lebih seamless. Mulai dari kemudahan memantau portofolio, mengakses insight pasar, hingga bertransaksi secara mandiri melalui platform digital.
Pendekatan hybrid yang menggabungkan teknologi dengan human touch dinilai menjadi semakin penting di tengah meningkatnya ekspektasi nasabah terhadap layanan perbankan yang lebih personal dan fleksibel.
OCBC menilai kombinasi kekuatan regional, pemahaman lokal, serta pengembangan layanan berbasis kebutuhan nasabah menjadi fondasi penting dalam memperkuat bisnis wealth management di Indonesia ke depannya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

