1
1

BTN (BBTN) Godok 2 Aksi Korporasi dengan SMF, Begini Bocorannya!

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu. | Foto: BTN

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN tengah menggodok dua aksi korporasi bersama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF). Salah satunya ialah sekuritisasi senilai Rp300 miliar hingga Rp400 miliar yang ditargetkan terealisasi pada semester II/2026.

Selain sekuritisasi, pembahasan kedua perusahaan juga mencakup rencana pembelian obligasi perumahan yang akan diterbitkan BTN. Perseroan menginginkan obligasi tersebut diterbitkan dalam bentuk modal pelengkap atau tier-2 capital.

“Tapi saya mintanya bonds-nya tier 2 capital,” kata Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu, dalam paparan kinerja semester I/2026 di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.

Nixon mengatakan, apabila pembahasan berjalan sesuai rencana, kedua aksi korporasi tersebut diharapkan dapat direalisasikan pada semester kedua tahun ini. Pada kesempatan yang sama, BTN melaporkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun pada semester I/2026.

Angka tersebut tumbuh 40,8 persen secara tahunan dibandingkan dengan Rp1,70 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Di samping itu, rasio kredit bermasalah (NPL) turun menjadi 2,99 persen dari 3,3 persen pada semester I/2025.

|Baca juga: MSIG Asia Tunjuk Ronak Shah sebagai CEO Regional Mulai Oktober 2026

|Baca juga: QBE Asia Tunjuk Tay Siang Leng sebagai CEO Interim Wholesale Markets Asia

Penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp418,11 triliun atau naik 11,2 persen secara tahunan. Pertumbuhan ditopang kenaikan kredit perumahan menjadi Rp332,88 triliun dan kredit nonperumahan menjadi Rp85,22 triliun.

KPR subsidi masih menjadi penyumbang terbesar kredit perumahan dengan outstanding mencapai Rp196,96 triliun atau meningkat 8,1 persen. Adapun penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) telah mencapai Rp4,1 triliun sejak diluncurkan pada akhir Oktober 2025.

BTN juga memperluas pembiayaan nonperumahan ke sektor pendidikan, kesehatan, pemerintahan, lembaga keuangan, dan ritel. Perseroan turut menggandeng perusahaan multifinance untuk memperbesar pembiayaan kendaraan bermotor sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis.

Di sisi neraca, total aset konsolidasi BTN tumbuh 12,4 persen menjadi Rp545,16 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 6,6 persen menjadi Rp433 triliun, dengan biaya dana tetap terjaga di level 3,01 persen sepanjang semester I/2026.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post PT Pialang Asuransi Indotekno Bertahan di Posisi ke-13
Next Post PT Indosurance Broker Utama Raih Brokerage Fee Rp69,26 Miliar

Member Login

or