1
1

BTN (BBTN) Cetak Laba Rp2,4 Triliun, Naik 40,8% di Semester I/2026

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu. | Foto: Media Asuransi/Muh Fajrul Falah

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun pada semester I/2026. Angka tersebut meningkat 40,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu mengatakan pencapaian itu merupakan hasil dari transformasi bisnis yang dijalankan dalam beberapa tahun terakhir. Transformasi tersebut mencakup perbaikan tata kelola, digitalisasi proses bisnis, optimalisasi operasional, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

“Kalau kita lihat kinerja keuangan perseroan sampai dengan semester satu 2026 menunjukkan pertumbuhan laba, kredit, aset, dan dana pihak ketiga secara berkelanjutan. Cuma satu yang turun, NPL. Jadi mohon maaf kalau NPL-nya harus turun,” ujar Nixon, dalam Paparan Kinerja Semester I/2026 BTN, Kamis, 16 Juli 2026.

Selain membukukan pertumbuhan laba, BTN juga mencatat kenaikan penyaluran kredit menjadi Rp418,11 triliun atau tumbuh 11,2 persen secara tahunan. Total aset meningkat menjadi Rp545 triliun atau naik 12,4 persen, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp433 triliun atau tumbuh 6,6 persen.

|Baca juga: MSIG Asia Tunjuk Ronak Shah sebagai CEO Regional Mulai Oktober 2026

|Baca juga: QBE Asia Tunjuk Tay Siang Leng sebagai CEO Interim Wholesale Markets Asia

“Hingga 30 Juni 2026, laba bersih konsolidasi BTN mencapai Rp2,40 triliun atau tumbuh 40,8 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut juga diikuti peningkatan kredit menjadi Rp418,9 triliun atau tumbuh 11,2 persen,” katanya.

Di sisi lain, Nixon mengungkapkan, pertumbuhan laba BTN tidak berasal dari kenaikan pendapatan bunga. Tercatat pendapatan bunga BTN hanya Rp8,59 triliun atau turun delapan persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp9,34 triliun.

Nixon menegaskan, justru perseroan berhasil meningkatkan profitabilitas melalui efisiensi biaya pendanaan, sistem digitalisasi atau pemanfaatan teknologi untuk menekan biaya operasional.

“Pendapatan bunganya sementara sebenarnya turun. Tapi yang paling turun adalah beban bunganya sehingga labanya naik. Jadi kita hidup bukan dari naikin bunga nasabah kredit, tapi kita hidup melalui efisiensi proses, digitalisasi, dan penggunaan teknologi yang membuat cara kerja kami jauh lebih efisien hari ini,” pungkas Nixon.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Hadapi Inflasi Medis, Allianz Indonesia Perkuat Literasi Keuangan dan Kesehatan Bersama Media dan Masyarakat 
Next Post Usai Rampungkan Akuisisi Portofolio Kredit SMBC, Bos BTN (BBTN) Kasih Sinyal Bidik Bank Lain Tahun Depan!

Member Login

or