1
1

Citi Indonesia Siap Optimalkan 4 Pipeline Bisnis Ini di 2026

CEO Citi Indonesia Batara Sianturi saat menyampaikan kinerja keuangan Citi Indonesia sepanjang 2025. | Foto: Citi Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Citibank NA Indonesia (Citi Indonesia) menatap optimistis tahun ini meski ketidakpastian ekonomi global sedang terjadi dan memberi tekanan terhadap perekonomian Tanah Air. Setidaknya sudah ada beberapa pipeline yang siap dijalankan di 2026.

“Kalau pertanyaannya tentang 2026, kita melihat untuk pipeline daripada our client yang paling besar itu dari local corporates. Yang kedua dari multinasional. Yang ketiga dari commercial banking. Yang keempat dari trade,” kata CEO Citi Indonesia Batara Sianturi, di The Langham, Jakarta, Kamis, 30 April 2026.

|Baca juga: Tumbuh 10%, Citi Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp2,8 Triliun di 2025

|Baca juga: Bos Citi Indonesia Dukung Rencana OJK Ubah Aturan RBB

Berangkat dari kondisi itu, lanjutnya, Citi Indonesia terus memantau dan memonitor agar laju bisnis bisa lebih maksimal di sepanjang tahun ini. Sedangkan jika ditinjau dari sisi industri antara lain telko dan komunikasi, asuransi, perusahaan keuangan, serta tambang dan konstruksi.

“Baru disusul dari retail sector dan yang terakhir dari chemical,” ujarnya.

Di sisi lain, Citi Indonesia mencatat laba bersih meningkat sebanyak 10 persen menjadi Rp2,8 triliun pada 2025. Kondisi itu didukung oleh peningkatan Pendapatan Bunga Bersih sebesar 7 persen serta beban operasional yang efisien dan stabil.

Dengan hasil positif ini, Citi Indonesia membukukan Return on Equity (ROE) sebesar 14,4 persen dan Return on Assets (ROA) sebesar 3,8 persen. Sedangkan rasio Liquidity Coverage (LCR) dan rasio Net Stable Funding (NSFR) Citi Indonesia tetap kuat, masing-masing sebesar 264 persen dan 168 persen, di atas ketentuan minimum regulator.

|Baca juga: Mirae Asset Sekuritas Sebut Memulihkan Kepercayaan Investor Tidak Cukup Hanya Intervensi Pasar

|Baca juga: BFI Finance (BFIN) Salurkan Pembiayaan Baru Rp5,5 Triliun di Kuartal I/2026

Batara Sianturi mengungkapkan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) dilaporkan sebesar 38,5 persen. Citi akan terus menjaga prinsip kehati-hatian dalam menjalankan aktivitas usaha.

“Pada 2025, Citi Indonesia membukukan kinerja yang baik dengan membukukan laba bersih sebesar Rp2,8 triliun. Pencapaian ini didorong oleh strategi yang terfokus pada ketiga lini bisnis inti kami yang saling terhubung, yaitu banking, markets, dan services,” pungkas Batara.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas
Next Post IHSG Berpotensi Rebound, BNI Sekuritas Rekomendasikan 6 Saham Ini untuk Trading

Member Login

or