Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan pendalaman pasar modal di Indonesia tidak hanya diukur dari peningkatan jumlah investor semata. Tidak kalah penting juga adalah bagaimana penguatan kualitas ekosistem pasar dapat didorong secara keseluruhan.
“Dalam hal ini pelaku industri diharapkan terus berperan aktif sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, dalam Peresmian PINTAR Reksa Dana serta Pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026, belum lama ini.
|Baca juga: Pemerintah Pastikan Penanganan Maksimal dan Santunan Cepat bagi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
|Baca juga: Bank Neo Commerce (BBYB) Bukukan Laba Rp136,98 Miliar di Kuartal I/2026
Dirinya mengapresiasi para pihak terkait yang terus berupaya melakukan pendalaman pasar modal dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Secara spesifik, ia melontarkan apresiasi kepada Asosiasi Pelaku Reksa Dana & Investasi Indonesia (APRDI) yang terus mengedepankan program edukasi kepada para investor.
“Terima kasih, apresiasi juga atas dukungan seluruh kantor-kantor OJK di daerah yang bersama APRDI dan pelaku pasar mengedepankan program-program edukasi kepada para investor kita. Jadi inklusivitas ini tentu harus juga kita kedepankan,” ujarnya.
Terkait edukasi kepada masyarakat dan memaksimalkan laju investasi di pasar modal, ia meminta agar tidak hanya fokus di Kota Jakarta atau Pulau Jawa semata. “Tapi kita terus sebarkan inklusivitas dari kesempatan berinvestasi masyarakat Indonesia secara luas tanpa kecuali di berbagai wilayah di seluruh wilayah di negara kita,” ucapnya.
Selain itu, lanjutnya, pemahaman yang komprehensif terhadap kebutuhan dan profil risiko investor juga harus terus menjadi prioritas utama. Dirinya menitipkan kepada para pelaku industri untuk bisa menerapkan prinsip know your customer secara konsisten dalam setiap proses pemasarannya.
|Baca juga: Profil dan Sepak Terjang Fauzi Arfan, Ketua Umum AASI Terpilih Periode 2026–2029
|Baca juga: RUPSLB JMA Syariah (JMAS) Rombak Formasi Komisaris dan Direksi, Ini Susunan Barunya!
“Jadi jangan juga menawarkan produk atau layanan yang katakanlah tidak sesuai dengan profil dari para customer Bapak Ibu sekalian,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, sebagai bagian dari pelaksanaan fiduciary duty maka pelaku industri diharapkan dapat terus membangun komunikasi yang proaktif dan berkelanjutan, Khususnya dalam menghadapi dinamika dan volatilitas pasar yang terus dihadapi belakangan ini.
Di sisi lain, masih kata Hasan, OJK berharap PINTAR Reksa Dana dapat berkembang menjadi program dan kampanye nasional yang bisa dilaksanakan secara berkelanjutan. Hal itu diharapkan terjadi sehingga nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas dalam membangun kebiasaan berinvestasi yang sehat sejak dini.
“Kami mendorong para pelaku industri reksa dana untuk terus berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program ini. Ke depan kami harap semakin banyak lagi para pelaku industri pengelolaan investasi yang bergabung sehingga tingkat inklusivitas dan keberhasilan program PINTAR Reksa Dana menjadi semakin luas jangkauannya,” tutupnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
