Media Asuransi, JAKARTA – Citibank NA Indonesia (Citi Indonesia) membukukan laba bersih meningkat sebanyak 10 persen menjadi Rp2,8 triliun pada 2025. Kondisi itu didukung oleh peningkatan Pendapatan Bunga Bersih sebesar 7 persen serta beban operasional yang efisien dan stabil.
Dengan hasil positif ini, Citi Indonesia membukukan Return on Equity (ROE) sebesar 14,4 persen dan Return on Assets (ROA) sebesar 3,8 persen. Sedangkan rasio Liquidity Coverage (LCR) dan rasio Net Stable Funding (NSFR) Citi Indonesia tetap kuat, masing-masing sebesar 264 persen dan 168 persen, di atas ketentuan minimum regulator.
CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengungkapkan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) dilaporkan sebesar 38,5 persen. Citi akan terus menjaga prinsip kehati-hatian dalam menjalankan aktivitas usaha.
|Baca juga: Mirae Asset Sekuritas Sebut Memulihkan Kepercayaan Investor Tidak Cukup Hanya Intervensi Pasar
|Baca juga: BFI Finance (BFIN) Salurkan Pembiayaan Baru Rp5,5 Triliun di Kuartal I/2026
“Pada 2025, Citi Indonesia membukukan kinerja yang baik dengan membukukan laba bersih sebesar Rp2,8 triliun. Pencapaian ini didorong oleh strategi yang terfokus pada ketiga lini bisnis inti kami yang saling terhubung, yaitu banking, markets, dan services,” kata Batara, dalam Press Conference Citi FY25, di Jakarta, Kamis, 30 April 2026.
Ia menambahkan Citi Indonesia menjalankan eksekusi secara disiplin dengan memprioritaskan berbagai inisiatif strategis yang menghasilkan peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar tujuh persen serta beban operasional yang efisien dan stabil.
“Kinerja yang baik ini mencerminkan pertumbuhan yang berkelanjutan serta komitmen jangka panjang kami dalam mendukung kemajuan perekonomian Indonesia, sejalan dengan prioritas pemerintah dan regulator perbankan,” ucapnya.
|Baca juga: Pemerintah Pastikan Penanganan Maksimal dan Santunan Cepat bagi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
|Baca juga: Bank Neo Commerce (BBYB) Bukukan Laba Rp136,98 Miliar di Kuartal I/2026
Sepanjang 2025, bisnis banking di Citi Indonesia kembali mencatat kinerja yang positif. Kinerja ini menegaskan komitmen Citi dalam menyediakan solusi perbankan yang komprehensif bagi beragam klien multisektor, mulai dari perusahaan lokal dan multinasional hingga lembaga keuangan dan institusi sektor publik.
Bisnis banking dan services di Citi Indonesia juga mencatat pencapaian penting pada 2025, yaitu menyelenggarakan acara Citi Data Centre Day pertama di seluruh bisnis Asia Selatan Citi.
Acara ini menyatukan berbagai pelaku industri untuk membahas bagaimana inovasi perbankan dan kolaborasi dapat mendorong pengembangan infrastruktur data centre yang berkelanjutan dan mendukung visi transformasi digital di Indonesia.
|Baca juga: Profil dan Sepak Terjang Fauzi Arfan, Ketua Umum AASI Terpilih Periode 2026–2029
|Baca juga: RUPSLB JMA Syariah (JMAS) Rombak Formasi Komisaris dan Direksi, Ini Susunan Barunya!
Lebih lanjut, Batara mengatakan, sepanjang 2025, Citi Indonesia terlibat dalam sejumlah transaksi signifikan yang mencerminkan keluasan kapabilitas corporate banking, yakni:
- Citi Indonesia salurkan fasilitas pinjaman perdagangan bilateral bergulir senilai US$30 juta kepada PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk.
- Citi Indonesia salurkan pinjaman modal kerja bilateral bergulir senilai Rp1 triliun kepada PT Tower Bersama Infrastructure Tbk.
Selain itu, melalui pemanfaatan jaringan global Citi, Citi juga telah terlibat dalam beberapa transaksi, yaitu:
- Citi bertindak sebagai Joint Lead Manager dan Bookrunner dalam Penerbitan Obligasi Global Perdana Senilai US$1 Miliar untuk PT Pertamina Hulu Energi (PHE).
- Citi bertindak sebagai Konsultan Keuangan Eksklusif bagi XL Axiata dalam Merger Strategis dengan Smartfren untuk membentuk PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart).
Pada bisnis Treasury and Trade Solutions (TTS), sepanjang 2025, Citi Indonesia mencatat pertumbuhan positif tiga persen dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama. Selain itu, Citi Indonesia juga melakukan ekspansi untuk layanan jaringan collection melalui layanan omnicollection untuk aliran dana ritel dan e-commerce.
|Baca juga: STMA Trisakti Gelar Seminar Nasional Bahas Stabilitas Pertumbuhan Industri Perasuransian
|Baca juga: DAI Respons Begini soal Industri Asuransi Belum Dilibatkan dalam Program MBG
TTS terus meningkatkan solusi digital untuk mendukung efisiensi bisnis klien dan mengikuti perkembangan industri. Pada 2025, TTS Citi Indonesia telah menyelesaikan migrasi klien di Indonesia ke platform CitiDirect V3, yang dilengkapi dengan fitur keamanan dan kapabilitas manajemen kas yang lebih mumpuni.
Selain itu, TTS juga meluncurkan integrasi digital baru, termasuk solusi Host-to-Host dan API untuk beberapa klien utama di sektor teknologi dan layanan keuangan.
Melalui program Pembiayaan Rantai Pasokan, TTS menyediakan bantuan modal kerja kepada pemasok lokal di seluruh Indonesia. Pada 2025, Citi Indonesia mencatat pertumbuhan pemasok yang terdaftar ke dalam program sebesar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Memahami Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki jaringan luas bisnis lokal berskala kecil, solusi digital TTS dapat menunjang Citi untuk memperluas cakupan layanan ini ke seluruh pemasok dalam negeri.
Dalam mendukung perkembangan pasar modal Indonesia, bisnis investor services menjalin kolaborasi erat dengan regulator pada berbagai inisiatif strategis sepanjang 2025.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Citi berpartisipasi dalam berbagai forum yang diininsiasi oleh regulator sepanjang 2025, termasuk working group, focus group discussion, dan task force, agar bisa terus mengikuti dinamika pasar sekaligus mempertahankan standar layanan yang tinggi bagi klien.
“Bisnis markets Citi Indonesia terus memperkuat kepemimpinannya di pasar valuta asing (FX) dan pendapatan tetap,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
