1
1

RUPSLB Setujui Maybank Indonesia (BNII) Jadi Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan

Suasana RUPSLB Maybank Indonesia. | Foto: Maybank Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) atau Maybank Indonesia menyetujui tindakan Maybank Indonesia untuk melakukan pengambilalihan saham pada PT Maybank Asset Management, PT Maybank Sekuritas Indonesia, dan PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia.

Keputusan itu disetujui dalam rangka pembentukan Maybank Indonesia sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional atas Konglomerasi Keuangan (KK) Maybank.

Mengutip keterangan resmi Maybank Indonesia, Rabu, 1 Juli 2026, tindakan pengambilalihan saham tersebut dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari regulator sektoral masing-masing anggota Konglomerasi Keuangan Maybank Group.

Persetujuan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat ekosistem layanan keuangan Maybank Indonesia sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.

|Baca juga: Tumbuh 29,8%, BEI Cetak Pendapatan Konsolidasi Rp3,66 Triliun di 2025

Sebagai PIKK, Maybank Indonesia mengintegrasikan bisnis perbankan, manajemen aset, sekuritas, asuransi, dan pembiayaan dalam satu kerangka tata kelola, pengawasan dan operasional terpadu di dalam Struktur Konglomerasi Keuangan Maybank.

Setelah transaksi pengambilalihan saham diselesaikan, struktur Konglomerasi Keuangan Maybank akan terdiri atas:

PT Bank Maybank Indonesia Tbk sebagai PIKK.
PT Maybank Sekuritas Indonesia sebagai anggota.
PT Maybank Asset Management sebagai anggota.
PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia sebagai anggota.
PT Maybank Indonesia Finance sebagai anggota.
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) sebagai anggota.

Untuk mendukung struktur baru dan memastikan kepatuhan terhadap POJK No. 30 Tahun 2024, para pemegang saham juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan.

Presiden Komisaris Maybank Indonesia Sri Khairussaleh Ramli mengatakan keputusan menjadi perusahaan induk konglomerasi keuangan merupakan tonggak penting dalam mendukung strategi ROAR30 Maybank Group dan turut memperkuat posisinya sebagai salah satu grup jasa keuangan terkemuka di ASEAN.

|Baca juga: BEI Sebut IHSG Cetak 24 Kali All Time High di 2025

|Baca juga: Pendapatan Asuransi Tri Pakarta (TRIPA) Naik 9,52% Jadi Rp1,57 Triliun pada 2025

“Dengan mengintegrasikan ekosistem bisnis perbankan, wealth management, sekuritas, dan asuransi, hal ini akan meningkatkan kapablitas kami dalam menghadirkan solusi keuangan yang seamless dan berorientasi pada kebutuhan nasabah baik, individu maupun pelaku usaha yang terus berkembang di Indonesia,” ujarnya.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan struktur baru ini lebih dari sekadar reorganisasi korporasi. Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada OJK atas arahan dan dukungannya sepanjang proses ini.

“Struktur Konglomerasi Keuangan Maybank ini akan semakin memperkuat sinergi antarsesama entitas untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Steffano.

Selain itu, RUPSLB juga menyetujui pengunduran diri Effendi dari jabatannya sebagai Direktur Manajemen Risiko Maybank Indonesia. “Pada kesempatan ini, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Effendi atas dedikasi, kerja keras, serta kontribusi berharga,” tutup Steffano.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Masuk Pasar Saham dengan Modal Minim
Next Post IHSG Sesi I Rebound ke 5.690

Member Login

or