Media Asuransi, JAKARTA – Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa memberikan masa depan terbaik bagi anak tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan dana pendidikan. Di tengah meningkatnya biaya hidup, inflasi pendidikan, serta berbagai risiko yang dapat memengaruhi kondisi keuangan keluarga, orang tua juga perlu membangun perlindungan finansial yang menyeluruh.
Allianz Indonesia mengingatkan pentingnya perencanaan keuangan yang mencakup proteksi jiwa, kesehatan, hingga strategi investasi, sehingga cita-cita anak tetap dapat terwujud meski keluarga menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
|Baca juga: Allianz Bagikan Tips Saat Ikut Marathon, Trail Run, dan Hyrox untuk Hindari Cedera
Setiap orang tua tentu ingin memberikan masa depan terbaik bagi anaknya. Berbagai persiapan dilakukan sejak dini, mulai dari mendukung tumbuh kembang, memberikan pendidikan yang berkualitas, hingga membantu mereka meraih cita-cita. Namun, di balik berbagai harapan tersebut, risiko kesehatan tetap menjadi salah satu hal yang tidak selalu dapat diprediksi. Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa membangun masa depan anak tidak hanya tentang mempersiapkan mereka untuk meraih mimpi, tetapi juga memastikan perjalanan menuju masa depan tersebut tetap dapat berlanjut ketika keluarga menghadapi risiko kesehatan.
Melalui momentum Hari Anak Nasional, Allianz Indonesia mengajak masyarakat untuk memandang perlindungan kesehatan sebagai bagian dari perencanaan masa depan anak. Sebab, mempersiapkan masa depan anak bukan hanya tentang membantu mereka meraih cita-cita, tetapi juga memastikan keluarga memiliki ketahanan finansial agar setiap langkah menuju cita-cita tersebut dapat terus berjalan, bahkan ketika menghadapi risiko kesehatan yang tidak terduga.
Bayar Klaim
Hingga Semester I 2026, Allianz Indonesia memberikan perlindungan kepada lebih dari 119 ribu tertanggung berusia 0–21 tahun. Pada periode Januari hingga Juni 2026, Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) (6.269 kasus), Diare (2.536 kasus), dan Infeksi Tenggorokan (1.672 kasus) menjadi tiga penyakit dengan frekuensi klaim tertinggi pada kelompok usia tersebut. Selama periode yang sama, Allianz Indonesia membayarkan total klaim kesehatan lebih dari Rp212 miliar kepada tertanggung berusia 0–21 tahun.
“Bagi orang tua, ketika anak sakit, prioritas utama tentu adalah memastikan mereka memperoleh penanganan medis yang terbaik. Karena itu, kesiapan finansial menjadi penting agar perhatian keluarga dapat tetap berfokus pada proses pemulihan anak, tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap biaya pengobatan maupun terganggunya berbagai rencana yang telah dipersiapkan untuk masa depan mereka. Perlindungan kesehatan melalui asuransi dapat menjadi salah satu bentuk antisipasi agar keluarga memiliki dukungan finansial ketika menghadapi risiko kesehatan yang tidak terduga,” ujar Head of Product Allianz Syariah Indonesia Rina Triana dalam keterangannya, Rabu, 22 Juli 2026.
|Baca juga: Data Allianz Indonesia Ungkap Penyakit yang Terbanyak Perlu Klaim Obat
Selain berdampak pada kondisi kesehatan anak, kebutuhan biaya perawatan yang muncul secara tidak terduga juga dapat memengaruhi kondisi keuangan keluarga. Hal ini menjadi semakin relevan mengingat Profil Statistik Kesehatan 2025 menunjukkan bahwa sekitar setengah dari pengeluaran kesehatan di Indonesia masih ditanggung langsung oleh rumah tangga (out-of-pocket expenditure).
Ini artinya, tanpa persiapan yang memadai, biaya kesehatan berpotensi mengganggu berbagai rencana keuangan keluarga, termasuk dana yang telah dipersiapkan untuk pendidikan maupun kebutuhan masa depan anak.
Dalam kondisi seperti ini, perencanaan keuangan yang menyeluruh tidak hanya mencakup dana pendidikan maupun dana darurat, tetapi juga perlindungan kesehatan yang dapat membantu keluarga saat menghadapi risiko finansial akibat biaya pengobatan yang tidak terduga.
“Perlindungan kesehatan melalui produk asuransi bukan sekadar membantu membiayai pengobatan ketika risiko terjadi. Lebih dari itu, asuransi membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga agar tujuan jangka panjang, seperti pendidikan dan berbagai rencana masa depan anak, tetap dapat diwujudkan. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memilih perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga dan mempersiapkannya sedini mungkin, bukan ketika risiko sudah terjadi,” tambahnya.
Editor Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

