Media Asuransi, JAKARTA – Penundaan penarikan kembali dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah dari perbankan dinilai memberikan waktu tambahan bagi bank untuk mempersiapkan likuiditas. Kondisi tersebut juga berpotensi mengurangi persaingan perbankan dalam menghimpun dana masyarakat.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan perbankan kini memiliki waktu yang lebih longgar untuk menyiapkan dana pengganti atas likuiditas pemerintah yang akan dikembalikan.
“Kita jadi lebih punya waktu menyiapkan likuiditas. Satu tahun kan lumayan. Kita tetap akan mengupayakan pengembalian dananya sesuai jangka waktu, sudah pasti,” kata Nixon, usai RUPSLB di Jakarta, Jumat, 4 September 2026.
Menurutnya, pemerintah tidak sepenuhnya membatalkan rencana penarikan SAL pada September 2026. Penarikan hanya dilakukan secara bertahap, dengan sebagian dana dikembalikan pada September dan Desember 2026, sedangkan sisanya baru ditarik hingga Juli 2027.
“Bukan tidak jadi September. Ada yang ditunda sampai akhir tahun, dan ada yang bahkan sampai pertengahan tahun depan,” ujarnya.
|Baca juga: BTN (BBTN) Rombak Susunan Direksi, 5 Posisi Berganti Usai RUPSLB 2026!
Nixon menilai skema penarikan bertahap tersebut memberikan kesempatan bagi bank untuk menyesuaikan kebutuhan likuiditas tanpa harus secara agresif mencari sumber dana pengganti dari masyarakat.
Menurut dia, kondisi tersebut juga dapat membantu meredakan persaingan antarbank dalam memperebutkan Dana Pihak Ketiga (DPK), terutama melalui penawaran bunga deposito. Persaingan menghimpun DPK selama ini turut memberikan tekanan terhadap biaya dana atau Cost of Fund (CoF) perbankan.
“Kita juga senang bahwa ada penundaan, karena itu memberikan ruang yang lebih longgar untuk menurunkan perang perebutan deposit masyarakat,” ungkap Nixon.
|Baca juga: 5 Perusahaan Asuransi dan 7 Rumah Sakit Teken MoU KAPJ
Khusus BTN, Nixon memastikan perseroan telah menyiapkan kebutuhan dana untuk memenuhi pengembalian SAL yang dijadwalkan pada September 2026. “Bulan ini BTN tidak terlalu besar, Rp5 triliun, sudah ada,” jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan memperpanjang masa penempatan dana SAL pemerintah di bank-bank Himbara hingga Juli 2027. Kebijakan tersebut mengubah rencana sebelumnya yang menjadwalkan penarikan dana pada akhir 2026.
Purbaya mengatakan perpanjangan tersebut berlaku untuk dana SAL yang ditempatkan di perbankan dengan total nilai Rp200 triliun. Langkah itu diambil agar bank memiliki ruang yang lebih luas untuk memanfaatkan likuiditas tersebut, termasuk dalam mendukung penyaluran kredit.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

