Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melalui departemen Center of Excellence (CoE) selaku pusat pengembangan dan pelatihan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di industri asuransi jiwa, terus memperkuat kapasitas SDM melalui kolaborasi dengan sejumlah mitra strategis.
Kolaborasi ini mencakup bidang akuntansi dan aktuaria, human capital, pengembangan tenaga pemasar, pendidikan karyawan, hingga platform pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI).
Pemenuhan kapabilitas dan kompetensi SDM di industri asuransi jiwa sejalan dengan arah kebijakan yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Peta Jalan OJK 2023–2027, sekaligus amanat regulator melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 34 Tahun 2024 tentang pengembangan kualitas SDM bagi perusahaan perasuransian dan program sertifikasi yang akan dijalankan oleh LSP AAJI.
|Baca juga: AAJI: Kapasitas Pengelolaan Dana Jangka Panjang Asuransi Jiwa Tetap Terjaga
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, mengatakan, AAJI terus memperkuat SDM industri melalui peningkatan kapasitas di berbagai jenjang, mulai dari C-Level hingga manajerial.
’’Penguatan ini kami lakukan melalui program pelatihan, forum peningkatan kapasitas, serta kolaborasi dengan berbagai partner CoE AAJI yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing. Kesiapan insan industri menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan ekosistem asuransi jiwa. Dengan SDM yang berpengetahuan, kompeten, dan adaptif, kami yakin industri dapat terus menjaga relevansinya serta menjawab kebutuhan keluarga Indonesia,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi, Minggu, 6 September 2026.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan penyerahan sertifikat kepada sejumlah partner CoE AAJI berlangsung pada 31 Agustus 2026. Melalui momentum ini, perusahaan anggota memperoleh akses terhadap program pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan fungsi dan keterampilan masing-masing.
|Baca juga: AAJI Catatkan Semester I 2026 Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Capai Rp 94,75 Triliun
Para partner tersebut antara lain: PT Nityasa Niscita Solusi, LOMA LIMRA Global, PT Medicore Sehati Bangsa, PT Pakar Talenta Unggul (Pakar Talenta), PT Binaman Utama (PPM Manajemen), STMA Trisakti, PT Tata Consultancy Services (TCS) dan PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (IOH).
Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM (Center of Excellence) AAJI, Freddy Thamrin, mengatakan, Center of Excellence AAJI menjadi wadah kolaborasi antara AAJI dan para partner yang memiliki keahlian di bidangnya.
’’Kami berharap penandatanganan MoU dan penyerahan sertifikat tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menjadi awal dari kerja sama yang semakin erat dan berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan berbagai program pembelajaran dapat menjangkau kebutuhan SDM, baik dari sisi fungsi teknis maupun kapasitas organisasi,” ungkap Freddy.
Sejalan dengan tema AAJI tahun ini, “Menjaga Kepercayaan, Mengukir Makna”, AAJI meyakini bahwa kepercayaan masyarakat hanya dapat dibangun melalui profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh pelaku industri. ’’Komitmen ini turut didukung oleh kesiapan SDM yang senantiasa mengikuti perkembangan industri, sehingga mampu terus memberikan layanan yang relevan dan menjawab kebutuhan masyarakat,’’ tegas Albertus Wiroyo.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

