1
1

Igloo: Masyarakat Indonesia Beli Asuransi Perjalanan 2 Hari Sebelum Keberangkatan

Ilustrasi. | Foto: brgfx/Freepik

Media Asuransi, JAKARTA – Masyarakat Indonesia membeli asuransi perjalanan sesaat sebelum keberangkatan, dan perlindungan medis menjadi alasan utama mereka. Data terbaru yang dipublikasikan Igloo menunjukkan median waktu antara pelanggan menerima penawaran dan waktu keberangkatan hanya dua hari.

Bahkan, 30 persen pembelian dilakukan pada hari keberangkatan. Sebanyak 92 persen pelanggan menyebut perlindungan medis sebagai pertimbangan utama, diikuti perlindungan terhadap kecelakaan fatal, keterlambatan perjalanan, dan kehilangan bagasi.

Laporan ini menggunakan data transaksi sepanjang 2025 dari igloo.co.id, platform direct-to-consumer milik Igloo di Indonesia. Laporan ini mengulas dinamika permintaan sepanjang tahun, destinasi pilihan masyarakat Indonesia, jenis perlindungan yang dipilih, waktu pembelian, profil pelanggan, serta frekuensi pembelian ulang.

Laporan lengkapnya tersedia di situs Igloo. Penjualan asuransi perjalanan di Indonesia mencapai puncaknya pada November dan Desember, seiring meningkatnya perjalanan pada akhir tahun. Hal ini turut berkontribusi pada penjualan November yang tercatat lebih dari dua kali lipat rata-rata bulanan.

Permintaan terlihat turun pada April dan Mei, ketika periode usai Idulfitri mendorong masyarakat untuk lebih banyak melakukan perjalanan dalam negeri. Sepanjang tahun, 55 persen penawaran yang diberikan berujung pada pembelian polis, dengan tingkat konversi yang turut dipengaruhi oleh momentum perjalanan dan aktivitas promosi .

Perjalanan internasional menyumbang 65 persen dari total polis yang terjual dan paling banyak terjadi pada kuartal pertama dan keempat. Sementara itu, perjalanan domestik meningkat seiring datangnya berbagai hari raya dan periode liburan.

Co-Founder dan CEO Igloo Raunak Mehta mengatakan pembelian asuransi perjalanan di saat-saat terakhir menunjukkan masyarakat belum menjadikan perlindungan perjalanan sebagai bagian dari perencanaan perjalanan.

“Mereka membeli ketika ada sesuatu yang mengingatkan, biasanya malam hari dan sering kali bahkan di hari keberangkatan. Hal ini menunjukkan customer journey harus cukup singkat untuk dipahami dan dapat diselesaikan melalui perangkat mobile hanya dalam beberapa menit,” ujarnya, dalam keterangannya, Jumat, 28 Agustus 2026.

|Baca juga: Mulai Dari Rp10.000, Begini Jurus OCBC Permudah Nasabah untuk Berinvestasi

“Hal ini turut membentuk fitur AI terbaru kami, yaitu agen berbasis chat yang memandu pelanggan mulai dari tahap pencarian hingga pembelian,” tambahnya.

Perlindungan medis menjadi prioritas Utama, covid-19 menjadi kekhawatiran paling rendah

Di berbagai destinasi dan jenis perjalanan, perlindungan medis menjadi prioritas utama. Sebanyak 92 persen pelanggan memilih perlindungan medis sebagai pertimbangan utama. Perlindungan terhadap kecelakaan fatal berada di posisi berikutnya dengan 62 persen, diikuti perlindungan atas keterlambatan perjalanan sebesar 61 persen.

Kemudian kehilangan barang pribadi sebesar 60 persen, dan keterlambatan bagasi sebesar 54 persen. Sementara itu, perlindungan covid-19 kini berada di posisi terakhir dengan 23 persen, di mana sebelumnya menjadi salah satu fitur utama dalam produk perjalanan selama beberapa tahun.

Jepang menjadi destinasi internasional paling populer, menyumbang 26 persen dari total polis perjalanan internasional, dengan premi rata-rata sebesar US$32. China dan Malaysia menyusul masing-masing sebesar 11 persen, kemudian Singapura sebesar 10 persen dan Thailand sebesar sembilan persen.

|Baca juga: Startup RI Masih Terlalu Jawa Sentris, Pemerintah Siapkan Jurus Ini untuk Ekspansi di Daerah

|Baca juga: Orang Kaya di Asia Makin Lirik Asuransi untuk Kelola Harta Lintas Negara

Untuk perjalanan domestik, Malang menjadi destinasi terpopuler dengan 31 persen dari total polis, diikuti Bandung dan Denpasar yang masing-masing menyumbang 15 persen. Sementara perjalanan jarak jauh memiliki premi paling tinggi.

Asuransi untuk perjalanan ke Eropa memiliki rata-rata premi US$50 per polis, sementara perjalanan ke Australia dan Pasifik mencapai US$44. Durasi perjalanan menjadi faktor utama yang menjelaskan perbedaan tersebut. Perjalanan internasional berlangsung rata-rata selama delapan hari, daripada tiga hari untuk perjalanan domestik.

Lebih lanjut, median waktu antara penawaran dan keberangkatan tercatat hanya dua hari. Sebanyak 30 persen polis dibeli pada hari keberangkatan, sementara 67 persen dibeli dalam waktu satu minggu sebelum keberangkatan.

Wisatawan domestik membeli asuransi rata-rata satu hari sebelum keberangkatan, sementara wisatawan internasional membelinya enam hari sebelumnya. Rabu menjadi hari dengan pembelian tertinggi, yaitu 19 persen dari total penjualan.

Sementara itu, akhir pekan menjadi periode dengan pembelian terendah, dengan Sabtu dan Minggu secara gabungan hanya menyumbang 17 persen. Waktu pembelian tertinggi terjadi antara pukul 18.00–20.00, sementara QR code menjadi metode pembayaran yang paling banyak digunakan, yaitu sebesar 43 persen.

Kemudian, penawaran yang menggunakan kode voucher memiliki tingkat konversi 97 persen dari 51 persen untuk penawaran tanpa kode voucher. Selisih 46 poin persentase ini mencerminkan kuatnya niat membeli, bukan sekadar pengaruh harga karena pelanggan yang mencari kode voucher umumnya telah memiliki keputusan untuk membeli.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Layani 9 Ribu Penumpang Prioritas di 2026, Whoosh Tingkatkan Beragam Layanannya

Member Login

or