Media Asuransi, GLOBAL – Produk international wealth insurance semakin banyak digunakan kalangan orang kaya di Asia untuk mengelola kekayaan dan merencanakan warisan lintas negara. Penjualan produk tersebut di Asia tercatat naik dari GBP5,7 miliar pada 2023 menjadi GBP6,4 miliar pada 2025 atau tumbuh dengan CAGR 6,0 persen.
Dikutip dari Insurance Asia, Head of Asia Utmost Mark Christal mengatakan, peningkatan pemahaman broker dan penasihat keuangan menjadi salah satu faktor yang mendorong adopsi produk tersebut di kalangan HNW dan UHNW.
“Pemahaman yang lebih besar di kalangan broker dan penasihat, yang terlihat dari meningkatnya permintaan terhadap solusi investment-linked open architecture seperti PPLI dan VUL, kini mulai mendorong penggunaan produk ini di segmen keluarga HNW dan UHNW yang lebih luas,” ujar Christal, Jumat, 27 Agustus 2026.
|Baca juga: IHSG Tertekan, Mirae Asset Sekuritas Lihat Peluang dari Konsolidasi Industri Menara
|Baca juga: Misbakhun Sebut Penundaan Rekening Botok Demi Kepentingan Keamanan
Menurut dia, international wealth insurance kini semakin menjadi bagian dari strategi pengelolaan kekayaan dan warisan keluarga di Asia. Perkembangan tersebut juga membuka peluang bagi produk asuransi kekayaan internasional untuk menjawab kebutuhan keluarga yang memiliki aset dan rencana suksesi lintas negara.
“Seiring dengan terus meningkatnya kesadaran, terdapat peluang besar bagi international wealth insurance untuk memainkan peran yang semakin penting dalam membantu keluarga mengelola kebutuhan kekayaan dan suksesi lintas negara yang semakin kompleks,” katanya.
|Baca juga: Ketua Komisi XI DPR Minta Regulasi Keuangan Digital Tak Hambat Inovasi
|Baca juga: Komisi XI Setujui Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Ini Profilnya!
Riset global Utmost bersama NMG Consulting menunjukkan Hong Kong dan Singapura masih menjadi pasar utama international wealth insurance di Asia. Pertumbuhan pasar dalam dua tahun terakhir juga dinilai menjadi gambaran kuat mengenai arah perkembangan industri setelah periode normalisasi pascapandemi.
Pertumbuhan tersebut ditopang sejumlah faktor, mulai dari bertambahnya populasi HNW dan UHNW, perubahan aturan perpajakan internasional, hingga meningkatnya mobilitas kekayaan antarnegara.
Di saat yang sama, produk international wealth insurance semakin dikenal sebagai instrumen perencanaan warisan bagi keluarga kaya. Private bank di kawasan Asia juga mulai memberikan dukungan yang lebih luas melalui broker internasional.
Pasar tersebut dinilai masih memiliki ruang ekspansi yang besar karena tingkat penetrasinya relatif rendah. Peningkatan kapasitas broker dan semakin kuatnya pemahaman pelaku industri terhadap produk wealth insurance turut menjadi modal bagi pertumbuhan ke depan.
|Baca juga: HUT ke-81 RI, Sudahkah Kita Merdeka Finansial?
|Baca juga: AAJI Dukung Aturan Baru Asuransi Kesehatan untuk Tekan Kenaikan Biaya Medis
Selain itu, meningkatnya minat terhadap solusi investment-linked open architecture dan pergeseran kebutuhan nasabah dari produk proteksi menuju produk tabungan turut memberikan dorongan bagi pertumbuhan penjualan melalui broker.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

