1
1

Askrindo Dukung 512 Proyek Strategis dan Perkuat UMKM Nasional

Graha Askrindo, Jakarta. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo terus memperkuat perannya sebagai perusahaan strategis yang hadir dalam mendukung pembangunan nasional sekaligus pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Peran tersebut dijalankan melalui berbagai solusi Asuransi Umum dan Suretyship untuk mendukung keberlangsungan proyek strategis dan aktivitas dunia usaha, serta melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang menjadi bagian penting dari upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.

Direktur Keuangan Askrindo Leonardo Henry Gavaza mengatakan, peran Askrindo tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemampuan perusahaan memberikan manfaat bagi perekonomian secara lebih luas.

“Askrindo ingin terus hadir memberikan nilai bagi perekonomian Indonesia. Di satu sisi kami mendukung pembangunan melalui solusi asuransi dan penjaminan untuk berbagai proyek strategis, dan di sisi lain kami hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR, untuk mendukung UMKM,” ujar Leonardo dalam keterangannya, Jumat, 28 Agustus 2026.

|Baca juga: Askrindo Jalin Kerja Sama Strategis dengan DPP APINDO Kota Tarakan

Dukungan Askrindo terhadap PSN antara lain mencakup Asuransi Aset KCIC atau kereta cepat Whoosh, Tol Ngawi-Kertosono-Kediri, Tol Japek Selatan, Aset Jasa Marga Bali Tol, Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A, Aset Medan-Binjai Tol, pembangunan perumahan di IKN, Tol Serang-Panimbang, Jaringan Sumber Air Pemali-Juana, pembangunan rumah sakit, Tol Probolinggo-Banyuwangi, Tol Jogja-Solo, Tanjung Priok Port Tollways, Tol Cisumdawu, hingga Kawasan Industri Terpadu Batang.

Per Desember 2025, Askrindo telah memberikan dukungan terhadap 512 proyek strategis dan keamanan nasional dengan total nilai proyek sekitar Rp261,9 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 proyek merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total nilai sekitar Rp143,2 triliun, sementara 496 proyek lainnya merupakan proyek pada sektor keamanan nasional dengan nilai sekitar Rp118,7 triliun.

‘’Keterlibatan dalam berbagai proyek strategis tersebut turut memperkuat posisi Askrindo sebagai perusahaan yang memiliki kapasitas dalam memberikan solusi asuransi dan penjaminan untuk kebutuhan proyek bernilai besar,’’ jelasnya.

Kapasitas Commercial Line Askrindo mencapai Rp28,6 triliun, meningkat sekitar 42 persen dibandingkan posisi 2023 sebesar Rp20,1 triliun. Peningkatan fasilitas tersebut sejalan dengan meningkatnya kepercayaan mitra perbankan terhadap Askrindo.

|Baca juga: Askrindo: Jawa Tengah Pasar Potensial untuk Penjaminan Kredit dan UMKM

“Peningkatan kapasitas Commercial Line menunjukkan bahwa Askrindo terus memperkuat kemampuan untuk memberikan dukungan dengan nilai yang semakin besar. Namun, peningkatan kapasitas tersebut tetap kami imbangi dengan penguatan underwriting, manajemen risiko, dan tata kelola,” paoarnya.

Rekam jejak Askrindo dalam memberikan dukungan terhadap berbagai aktivitas pembangunan dan dunia usaha juga telah terbangun dalam jangka panjang. Sepanjang 2016–2025, Askrindo telah memberikan penjaminan Kontra Bank Garansi (KBG) senilai Rp149,7 triliun, yang mencakup proyek pemerintah pusat dan daerah melalui APBN/APBD, BUMN, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

Di tengah besarnya peluang bisnis, lanjut Leonardo, Askrindo tetap menempatkan prinsip kehati-hatian, penguatan underwriting, dan manajemen risiko sebagai bagian penting dalam setiap keputusan bisnis.

|Baca juga: OJK Minta Industri Penjaminan Perkuat Manajemen Risiko di Tengah Dorongan Pembiayaan UMKM

Leonardo menjelaskan, setiap risiko yang akan diterima melalui proses analisis dan underwriting dengan mempertimbangkan profil risiko serta kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko tersebut.

“Kami tidak hanya melihat besarnya nilai proyek, tetapi juga memastikan bahwa setiap risiko yang diterima sesuai dengan kapasitas dan risk appetite perusahaan. Prinsip underwriting yang prudent dan pengelolaan risiko menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan bisnis Askrindo,” tegasnya.

Penguatan proses underwriting menjadi salah satu fokus Askrindo sepanjang 2025, bersamaan dengan berbagai upaya perbaikan kualitas portofolio dan penguatan proses bisnis perusahaan.

Bagi Askrindo, kontribusi terhadap perekonomian nasional tidak hanya diwujudkan melalui dukungan terhadap proyek-proyek strategis berskala besar. Askrindo juga memiliki peran strategis dalam mendukung UMKM melalui asuransi program Pemerintah, khususnya KUR.

“Kami ingin Askrindo terus menjadi perusahaan yang memberikan nilai bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. Baik melalui dukungan terhadap pembangunan, dunia usaha, maupun UMKM melalui Asuransi Program Pemerintah KUR. Seluruhnya kami jalankan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola, dan keberlanjutan perusahaan,” ujar  Leonardo.

Editor : Wahyu Widiastuti

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Orang Kaya di Asia Makin Lirik Asuransi untuk Kelola Harta Lintas Negara

Member Login

or