1
1

Mulai Dari Rp10.000, Begini Jurus OCBC Permudah Nasabah untuk Berinvestasi

OCBC Tower. | Foto: OCBC

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) atau OCBC memperkuat layanan wealth management berbasis digital untuk menjangkau lebih banyak nasabah ritel, termasuk segmen emerging affluent.

Melalui OCBC Mobile, nasabah kini dapat mengakses sejumlah fitur yang membantu proses pengecekan kondisi keuangan hingga menentukan pilihan investasi.

Personal Banking Segment Head OCBC Lauda Muliana mengatakan kemudahan membeli produk investasi melalui platform digital perlu diikuti dengan pemahaman finansial yang memadai. Pasalnya, setiap orang memiliki kondisi dan tujuan keuangan yang berbeda.

“Perjalanan wealth setiap orang itu unik, tapi seluruhnya harus dimulai dari fondasi keuangan yang sehat. Untuk itu, kami menghadirkan beberapa fitur OCBC Mobile untuk membantu nasabah mengenali kesehatan finansialnya, memahami tujuan finansial, serta memilih ‘kendaraan’ yang tepat untuk mencapainya,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat, 27 Agustus 2026.

|Baca juga: Startup RI Masih Terlalu Jawa Sentris, Pemerintah Siapkan Jurus Ini untuk Ekspansi di Daerah

|Baca juga: Orang Kaya di Asia Makin Lirik Asuransi untuk Kelola Harta Lintas Negara

Melalui fitur Financial Fitness Check Up (FFCU), nasabah dapat terlebih dahulu mengevaluasi kesehatan finansialnya. Setelah itu, fitur Life Goals dapat digunakan untuk menyusun target keuangan agar keputusan investasi memiliki arah yang jelas.

OCBC juga menghadirkan For Your Investment (FYI), yang membantu nasabah menentukan instrumen investasi berdasarkan profil risiko dan tujuan finansial. Pilihannya meliputi tabungan emas, obligasi, reksa dana pasar uang, hingga reksa dana saham.

|Baca juga: DPR Kini Mulai Benahi Data Desil Demi Bansos Tidak Salah Sasaran!

|Baca juga: Misbakhun Ungkap Kunci Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8% Lewat Digitalisasi Ekonomi

Sejumlah instrumen tersebut dapat diakses dengan modal awal mulai Rp10.000. FYI juga menyediakan rekomendasi produk, termasuk instrumen dengan imbal hasil tinggi serta produk yang sedang diminati investor.

“Sehingga, nasabah dapat berinvestasi mandiri dengan lebih matang dan well informed,” kata Lauda.

Menurut Lauda, perkembangan teknologi memang membuat investasi semakin mudah dijangkau. Namun, kondisi tersebut juga dapat menjadi tantangan karena investor pemula berisiko mengambil keputusan secara impulsif atau panik saat pasar mengalami volatilitas.

|Baca juga: Komisi XI Tetapkan 3 Bos BI Periode 2026–2031

Wealth Management Advisory Head OCBC Diamond Stole mengatakan fluktuasi pasar seharusnya tidak menjadi alasan untuk menunda investasi. Menurutnya, keputusan investasi perlu dibangun dari pemahaman yang baik mengenai kondisi keuangan dan informasi yang tersedia.

“Terlepas dari dinamika pasar yang fluktuatif, berinvestasi tetap kebutuhan yang wajib. Waktu yang paling sempurna untuk berinvestasi adalah saat kita memutuskan untuk memulainya. Kuncinya terletak pada pemahaman fondasi keuangan diri dan menyesuaikan strategi investasi dengan bekal informasi yang cukup,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Askrindo Dukung 512 Proyek Strategis dan Perkuat UMKM Nasional
Next Post IHSG Sesi I Menguat ke 6.548

Member Login

or