Media Asuransi, JAKARTA – Pasar saham Indonesia ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026, dengan tekanan jual meningkat terutama pada sesi kedua setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak relatif datar di sesi pertama.
Dikutip dari Spring Flash oleh tim PT Eastspring Investments Indonesia, pelemahan berlangsung cukup luas di berbagai sektor seiring meningkatnya sikap hati-hati investor menjelang sejumlah agenda domestik dalam waktu dekat, termasuk rencana aksi demonstrasi pada hari ini, Kamis, 27 Agustus 2026.
|Baca juga: IHSG Berpotensi Rebound, Berikut 6 Rekomendasi Saham untuk Hari Ini
Di sisi lain, pelemahan juga mencerminkan aksi ambil untung setelah penguatan pasar dalam beberapa hari perdagangan sebelumnya. Pergerakan IHSG tersebut berlawanan dengan mayoritas pasar saham Asia yang ditutup menguat, mengindikasikan bahwa sentimen domestik menjadi faktor utama yang mempengaruhi perdagangan kemarin.
IHSG ditutup turun 1,48 persen atau -95,98 poin ke level 6.405,69. Saham-saham yang menjadi penekan terbesar indeks antara lain BBRI (-1,57 persen), BRPT (-5,91 persen), AMMN (-2,44 persen), BBCA (-0,78 persen), dan VKTR (-7,26 persen).
|Baca juga: Eastprings Indonesia Kelola AUM Rp60,20 Triliun per Juli 2025
Kehati-hatian investor juga tecermin di pasar obligasi, meskipun pergerakannya relatif terbatas. Imbal hasil SBN tenor lima tahun naik 1,76 bps (basis points) menjadi 6,89 persen, sementara tenor 10 tahun meningkat 3,68 bps menjadi 7,04 persen. Nilai tukar rupiah bergerak relatif stabil dan ditutup sedikit melemah 0,01 persen ke Rp17.725 per dolar AS.
Perhatian pasar akan tertuju pada perkembangan kondisi domestik dalam beberapa hari mendatang serta keberlanjutan aliran dana investor. Stabilitas nilai tukar rupiah dan pasar obligasi yang masih relatif terjaga diharapkan dapat membantu menopang kepercayaan investor terhadap aset keuangan domestik.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

