Media Asuransi, JAKARTA – Apakah kamu sedang mempertimbangkan untuk membeli asuransi jiwa? Jika ya, ada baiknya untuk mempertimbangkan jenis-jenis asuransi jiwa yang ada di pasar. Setiap jenis asuransi jiwa dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasabah.
Karenanya, kenali dan pilih jenis asuransi jiwa yang sesuai dengan kebutuhan kamu. Mengutip Allianz Indonesia, Minggu, 20 September 2026, berikut jenis-jenisnya:
1. Berdasarkan masa perlindungan
Term life insurance atau asuransi jiwa berjangka. Asuransi ini memberikan perlindungan dengan jangka waktu tertentu, biasanya lima tahunan, 10 tahunan, atau 20 tahunan. Artinya, saat asuransi jiwa tersebut jatuh tempo, nasabah perlu mengajukan perpanjangan polis.
Premi yang dibayar biasanya akan memberikan proteksi dengan harga terjangkau; memberikan perlindungan dalam jangka waktu dibutuhkan, misalnya, hanya sampai masa pensiun, hanya sampai anak lulus kuliah, dan sebagainya.
|Baca juga: Pemimpin dalam Islam Dituntut Adil dan Amanah, Ini Ancaman bagi Pemimpin yang Zalim
|Baca juga: 8 Kesalahan yang Membuat Pemimpin Tidak Efektif
Whole life insurance atau asuransi jiwa seumur hidup. Asuransi ini memberikan perlindungan bagi tertanggung seumur hidup atau 99 tahun. Artinya, nasabah akan terus terproteksi seumur hidup selama polis masih aktif.
Nasabah bisa menikmati premi tetap dengan waktu perlindungan yang lebih lama; selain memberikan manfaat kematian berupa uang pertanggungan (UP), asuransi ini juga memberikan nilai tunai; ada fasilitas pinjaman polis yang memungkinkan nasabah meminjam sejumlah dana dari nilai tunai yang terbentuk. Pinjaman tersebut harus dikembalikan dan dikenakan bunga atas pinjaman tersebut.
2. Berdasarkan nilai tunai
Tanpa nilai tunai, yakni asuransi yang hanya menyediakan manfaat berupa UP yang dibayar ketika tertanggung tutup usia.
Asuransi jiwa murni atau tradisional. Asuransi jiwa ini hanya memberikan manfaat kematian berupa UP dan tidak menyediakan nilai tunai. Karena fungsinya hanya memberikan perlindungan jiwa maka premi yang ditawarkan asuransi jiwa tradisional sangat terjangkau. Biasanya, asuransi jiwa tradisional bisa ditemukan dalam jenis asuransi jiwa berjangka.
Dengan nilai tunai, ialah asuransi yang selain menyediakan UP, juga menyediakan nilai tunai. Nilai tunai adalah dana yang terbentuk dan dapat dicairkan ketika tertanggung masih hidup. Ada tiga macam asuransi jiwa yang mengandung nilai tunai yakni whole life insurance, endowment insurance, dan unitlink life insurance.
3. Berdasarkan pihak yang mengajukan permohonan polis
Asuransi jiwa individu, yakni asuransi jiwa yang diterbitkan oleh perusahaan asuransi untuk nasabah individu. Biasanya cakupan perlindungan asuransi jiwa individu lebih luas daripada asuransi jiwa kumpulan, Itu sebabnya, premi yang ditawarkan asuransi jiwa individu lebih besar. Nasabah memperoleh proteksi jiwa, nasabah dapat memilih cakupan dan batas waktu perlindungan asuransi.
Asuransi jiwa kumpulan, yakni asuransi jiwa yang diterbitkan oleh perusahaan asuransi untuk suatu badan atau institusi berbadan hukum, dengan tertanggung berupa karyawan atau anggota dari badan atau institusi tersebut. Contoh asuransi jiwa kumpulan ialah asuransi jiwa yang disediakan kantor, komunitas, atau yayasan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
