Media Asuransi, JAKARTA – Ada lima asuransi jiwa syariah yang di tahun 2025 lalu mendominasi pasar asuransi jiwa syariah di Indonesia, melalui pengumpulan kontribusi bruto terbesar. Market share atau pangsa pasar lima pemain terbesar ini mencapai 75,79 persen di tahun 2025, dengan nilai kontribusi bruto Rp7,53 triliun pada 2025.
|Baca juga: 5 Market Leaders Asuransi Jiwa Syariah Dominasi Tiga Besar Tak Tergoyahkan
Lima asuransi jiwa syariah itu adalah:
- PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah)
- PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah)
- PT Asuransi Jiwa Syariah Al Amin
- Unit Syariah PT Asuransi Simas Jiwa
- PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah (Manulife Syariah)
Kajian Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) atas data laporan keuangan tahun buku 2025 (unaudited) menunjukkan bahwa PT Prudential Sharia Life Assurance berada di posisi puncak dengan menguasai market share kontribusi bruto sebesar 37,67 persen tahun 2025. Nilai kontribusi brutonya naik 10,89 persen dari Rp3,37 triliun di akhir 2024 menjadi Rp3,74 triliun di 2025.
|Baca juga: Inilah Peran Asuransi Syariah dalam Kehidupan Modern
PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia menempati peringkat kedua dengan market share kontribusi bruto sebesar 19,14 persen di tahun 2025. Kontribusi brutonya naik dari Rp1,73 triliun di akhir 2024 menjadi Rp1,90 triliun di 2025
PT Asuransi Jiwa Syariah Al Amin berada di posisi ketiga berkat market share kontribusi bruto sebesar 14,84 persen di tahun 2025. Nilai kontribusi bruto perusahaan tercatat sebesar Rp1,04 triliun di 2025.
Unit Syariah PT Asuransi Simas Jiwa menempati urutan keempat, dengan market share kontribusi bruto sebesar 4,48 persen di tahun 2025. Nilai kontribusi bruto naik tajam dari Rp44,19 miliar di akhir 2024 menjadi Rp445,32 miliar di 2025, naik 907,67 persen.
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah berada di peringkat kelima, dengan market share kontribusi bruto sebesar 3,98 persen pada 2025. Kontribusi bruto perseroan naik dari Rp114,28 miliar di tahun 2024 menjadi Rp395,78 miliar pada 2025.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
