1
1

Transnusa Utamakan Keselamatan Penumpang di Tengah Erupsi Anak Krakatau

Salah satu Armada TransNusa sednag terparkir di Apron bandar udara. | Foto: TransNusa

Media Asuransi, JAKARTA – Menyikapi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik yang berdampak pada operasional penerbangan, termasuk di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dan Bandara Internasional Radin Inten II (TKG), TransNusa Airlines terus melakukan pemantauan dan penyesuaian operasional dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan.

“TransNusa memahami bahwa penyesuaian operasional ini dapat memengaruhi rencana perjalanan penumpang. Untuk itu, perusahaan berupaya memastikan setiap penumpang yang terdampak memperoleh informasi dan penanganan yang diperlukan sesuai dengan kondisi operasional dan ketentuan yang berlaku,” ujar  Direktur Utama TransNusa. Bayu Sutanto, dalam keterangannya, Senin, 7 September 2026.

|Baca juga: Transnusa dan TAT Berkolaborasi Dorong Kunjungan Wisatawan Indonesia ke Thailand

TransNusa terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, AirNav Indonesia, BMKG, dan VAAC Darwin. Setiap keputusan terkait operasional penerbangan, termasuk penundaan, pembatalan, maupun pengalihan rute, dilakukan berdasarkan kondisi terkini, informasi dari otoritas terkait, serta regulasi keselamatan penerbangan yang berlaku.

Dalam kondisi seperti ini, TransNusa menempatkan keselamatan sebagai pertimbangan utama sebelum mengoperasikan setiap penerbangan.

Penyesuaian Operasional Penerbangan

Pada 6 September 2026, sejumlah penerbangan Transnusa dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) serta Bandara Internasional Radin Inten II (TKG) mengalami penyesuaian operasional, termasuk penundaan dan pengalihan rute.

|Baca juga: TransNusa Buka Dua Rute Baru dari Lampung ke Jakarta dan Kuala Lumpur

Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menghindari area yang berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik, dengan mengacu pada NOTAM serta informasi dan arahan dari otoritas penerbangan terkait.

TransNusa berkomitmen untuk memberikan penanganan kepada penumpang yang terdampak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penumpang dapat memperoleh beberapa pilihan, antara lain: penjadwalan ulang, pengalihan rute, dan pengembalian dana.

Menurutnya, TransNusa terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, AirNav Indonesia, dan otoritas terkait untuk meminimalkan dampak gangguan terhadap jaringan penerbangan. Berbagai penyesuaian operasional terus dievaluasi berdasarkan perkembangan situasi dan kondisi ruang udara, dengan tetap mengacu pada arahan otoritas serta standar keselamatan penerbangan.

‘’Penyesuaian lebih lanjut akan dilakukan apabila diperlukan. Perusahaan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan akan menyampaikan informasi terbaru kepada penumpang sesuai dengan perkembangan kondisi. Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang akan selalu menjadi dasar bagi Transnusa dalam setiap keputusan operasional,’’ tegasnya.

Editor : Wahyu Widiastuti

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Panin Dai-ichi Life Bayar Klaim  Rp1,29 Miliar kepada Ahli Waris di Jakarta
Next Post IHSG Sesi I Berbalik Melemah Tipis

Member Login

or