Media Asuransi, GLOBAL – Prudential plc mencatat laba setelah pajak berdasarkan standar pelaporan keuangan internasional (IFRS) sebesar US$995 juta pada semester I/2026. Angka tersebut turun 27 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski laba bersih tertekan, namun kinerja bisnis baru Prudential justru tumbuh. Keuntungan dari bisnis baru meningkat delapan persen secara tahunan menjadi US$1,4 miliar pada semester I/2026.
Melansir Insurance Asia, Senin, 31 Agustus 2026, perusahaan juga mencatat kenaikan surplus bebas operasional yang dihasilkan dari bisnis asuransi dan pengelolaan aset yang sudah berjalan. Angkanya naik 15 persen menjadi US$1,791 miliar pada semester I/2026.
Sementara itu, laba operasional yang disesuaikan sebelum pajak meningkat sembilan persen secara tahunan menjadi US$1,812 miliar. Setelah pajak, laba operasional yang disesuaikan tumbuh 10 persen menjadi US$1,523 miliar.
Kinerja tersebut turut mendorong laba per saham yang disesuaikan naik 17 persen menjadi 58,4 sen AS. Namun, laba per saham dasar justru turun 23 persen menjadi 37,9 sen AS.
Dari sisi nilai perusahaan, total nilai tertanam Prudential mencapai US$39,1 miliar per 30 Juni 2026, naik dari US$37,8 miliar pada akhir 2025 berdasarkan nilai tukar aktual. Nilai tersebut setara dengan 1.557 sen AS per saham dan menghasilkan imbal hasil operasional atas nilai tertanam sebesar 15 persen.
|Baca juga: Panas Bumi Makin Ganas, Lansia Jadi Kelompok Paling Terancam!
|Baca juga: Allianz Trade Tunjuk Scott Munafo Jadi CEO China
Di tengah kinerja tersebut, Prudential tetap memperkuat bisnisnya di Asia. Salah satunya dengan meningkatkan kepemilikan pada bisnis asuransi jiwa di Malaysia menjadi 70 persen.
Di India, Prudential juga telah menyepakati akuisisi 75 persen saham Bharti Life. Selain itu, perusahaan tengah menyiapkan bisnis kesehatan yang berdiri sendiri dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III/2026.
Prudential juga meningkatkan rencana pembelian kembali saham pada 2026 sekitar US$300 juta dari rencana sebelumnya sebesar US$1,2 miliar. Total pengembalian modal kepada pemegang saham sepanjang semester I/2026 telah mencapai US$1 miliar.
Untuk pemegang saham, Prudential menaikkan dividen interim pertama sebesar 15 persen menjadi 8,88 sen AS per saham, dari sebelumnya 7,71 sen AS per saham pada periode yang sama tahun lalu.
CEO Prudential Anil Wadhwani mengatakan perusahaan tetap fokus mengejar pertumbuhan yang menguntungkan sembari meningkatkan investasi di bidang teknologi, operasional, dan kecerdasan buatan untuk memperbaiki keterlibatan nasabah, layanan, serta efisiensi.
Prudential mempertahankan target kinerja untuk 2026. Perusahaan menargetkan pertumbuhan dua digit pada keuntungan bisnis baru, surplus bebas operasional yang dihasilkan, laba per saham yang disesuaikan, serta dividen per saham. Prudential juga kembali menegaskan target keuangan yang telah ditetapkan untuk 2027.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

