1
1

Panas Bumi Makin Ganas, Lansia Jadi Kelompok Paling Terancam!

Ilustrasi. | Foto: Freepik

Media Asuransi, GLOBAL – Kelompok lanjut usia di Asia Selatan, China, dan sejumlah negara di Timur Tengah menghadapi risiko kesehatan yang semakin besar akibat kenaikan suhu global. Kondisi ini menjadi perhatian seiring jumlah penduduk lansia di dunia yang terus bertambah.

Melansir Asia Insurance Review, Rabu, 26 Agustus 2026, studi Stanford University yang dipublikasikan pada 17 Agustus 2026 menemukan, risiko panas ekstrem terhadap lansia selama ini kemungkinan banyak diremehkan.

Lansia lebih rentan karena kemampuan tubuh untuk berkeringat menurun, kondisi jantung cenderung lebih lemah, serta banyak yang memiliki penyakit bawaan.

Penelitian tersebut memperkirakan, jika suhu global naik tiga derajat Celsius dari era praindustri, lansia di wilayah yang paling terdampak seperti Asia Selatan, China, dan sejumlah negara di Timur Tengah bisa menghadapi panas berbahaya sepanjang siang dan malam hingga tiga bulan berturut-turut dalam setahun.

Sejumlah negara seperti India, China, Pakistan, Bangladesh, Myanmar, dan Niger disebut menjadi wilayah yang paling berisiko. Kerentanan semakin tinggi karena sebagian masyarakat di negara-negara tersebut masih memiliki keterbatasan akses terhadap pendingin ruangan dan fasilitas penyejuk lainnya.

|Baca juga: Oona Indonesia Catat Laba Bersih Tumbuh 55% di Semester I/2026 

|Baca juga: Citi Indonesia Cetak Laba Rp994 Miliar, DPK Tumbuh 23% di Semester I/2026

Secara global, kenaikan suhu 1,5 derajat Celsius diperkirakan membuat 22 persen penduduk berusia di atas 60 tahun terpapar panas berbahaya setidaknya selama satu bulan setiap tahun.

Setiap kenaikan suhu satu derajat Celsius berikutnya dapat membuat sekitar satu miliar orang mengalami paparan panas dan kelembapan yang sudah melampaui kemampuan tubuh untuk menahannya.

Studi itu juga menekankan pentingnya memperluas akses terhadap pendingin ruangan dan fasilitas penyejuk. Pasalnya, sebagian besar kematian akibat panas ekstrem terjadi di dalam rumah.

Para peneliti memperingatkan meningkatnya paparan panas ekstrem juga berpotensi mendorong perpindahan penduduk, baik di dalam maupun lintas negara, serta menimbulkan tantangan baru bagi pemerintah dalam menangani dampak perubahan iklim.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Sambut HUT ke-35, Asrinda Re-Brokers Kembali Gelar Turnamen Golf Bersama Mitra Bisnis
Next Post Allianz Trade Tunjuk Scott Munafo Jadi CEO China

Member Login

or