1
1

LPEI Ramal Permintaan Asuransi Gagal Ekspor Meningkat di Tengah Gejolak Geopolitik

Ilustrasi. | Foto: Freepik/jcomp

Media Asuransi, JAKARTA – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memproyeksikan permintaan produk asuransi gagal ekspor akan meningkat. Hal itu seiring memanasnya tensi geopolitik global yang berdampak pada stabilitas dan kepastian perdagangan internasional.

Melansir laman Asia Insurance Review, Selasa, 26 Mei 2026, LPEI menilai ketidakpastian global mendorong eksportir untuk mencari perlindungan yang lebih besar terhadap risiko perdagangan, terutama risiko gagal bayar dari mitra bisnis di luar negeri.

|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Cetak Laba Bersih Rp18,1 Triliun per April 2026

Menurut LPEI, asuransi kredit perdagangan saat ini mendominasi industri asuransi perdagangan di Indonesia dengan porsi sekitar 90 persen dari total pasar.

|Baca juga: Catat! Ini Jadwal Operasional Cabang BCA saat Libur Iduladha dan Waisak

Ke depan, potensi pertumbuhan asuransi gagal ekspor diperkirakan semakin besar karena tren transaksi perdagangan internasional yang mulai bergeser dari skema Letter of Credit (LC) ke Telegraphic Transfer (TT).

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Berbeda dengan LC yang melibatkan bank sebagai penjamin pembayaran, transaksi menggunakan TT tidak memiliki mekanisme penjaminan otomatis sehingga dinilai lebih rentan terhadap risiko gagal bayar maupun gangguan perdagangan lainnya.

Untuk mengantisipasi perkembangan tersebut, LPEI berencana memperkuat lini bisnis asuransi kredit perdagangan dan asuransi pengangkutan barang (marine cargo insurance) sebagai pilar utama strategi bisnis asuransi ke depan.

|Baca juga: Begini Penjelasan Bos LPS terkait Kapan Resolusi Asuransi Dimulai

|Baca juga: Maybank Indonesia Sebut Pengelolaan Kekayaan yang Sehat Tidak Hanya Akumulasi Aset

Langkah ini diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih optimal sekaligus meningkatkan kepercayaan eksportir dalam menjalankan aktivitas perdagangan internasional.

Dari sisi kinerja, LPEI mencatat volume bisnis asuransi sebesar Rp8,8 triliun sepanjang 2025. Sementara itu, pendapatan underwriting mencapai Rp4,9 triliun. Kinerja tersebut turut mendorong laba bersih LPEI tumbuh delapan persen secara tahunan menjadi Rp252 miliar pada 2025.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Allianz Syariah Bersama Lazismu Salurkan Paket Daging Kurban di Iduladha 1447 H
Next Post Tugu Insurance (TUGU) Salurkan Donasi Kaki Palsu Kepada Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Member Login

or