Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri terus mencatatkan akselerasi pertumbuhan berkelanjutan dalam empat bulan pertama 2026. Hal itu dapat ditorehkan di tengah situasi yang menantang dan dinamis.
Berdasarkan laporan keuangan bank only per 30 April 2026, bank berlogo pita emas ini membukukan laba bersih sebesar Rp18,1 triliun atau tumbuh 18,9 persen secara year on year (YoY).
Catatan kinerja tersebut tidak terlepas dari fokus bisnis yang dijalankan perusahaan dengan memperkuat peran sebagai penggerak ekonomi negeri melalui penguatan ekosistem bisnis, pemberdayaan UMKM, serta dukungan terhadap sektor ekonomi kreatif.
|Baca juga: Begini Penjelasan Bos LPS terkait Kapan Resolusi Asuransi Dimulai
|Baca juga: Maybank Indonesia Sebut Pengelolaan Kekayaan yang Sehat Tidak Hanya Akumulasi Aset
Selaras dengan pertumbuhan tersebut, total aset bank berkode emiten BMRI ini menyentuh Rp2.245 triliun secara bank only, tumbuh 16,2 persen secara YoY dari posisi April 2025 sebesar Rp1.933 triliun. Kinerja intermediasi Bank Mandiri hingga April 2026 juga tercatat berjalan optimal.
Penyaluran kredit Bank Mandiri tumbuh 18,5 persen YoY menjadi Rp1.550 triliun, melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional. Dari jumlah tersebut, ekspansi pembiayaan utamanya tersalurkan ke sektor produktif, mulai dari pelaku usaha skala besar hingga pelaku UMKM, yang menjadi penggerak ekonomi nasional.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyampaikan pencapaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi penguatan ekosistem yang dijalankan secara terintegrasi di seluruh segmen bisnis.
“Bank Mandiri terus memperluas akses layanan finansial yang nyaman dan menyeluruh bagi masyarakat, sekaligus menjaga keunggulan berkelanjutan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya, di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.
View this post on Instagram
Sementara dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh 16,6 persen YoY menjadi Rp1.650 triliun pada April 2026, dari sebelumnya Rp1.415 triliun di April 2025.
Pertumbuhan DPK tersebut selaras dengan aktivitas ekonomi nasional yang tetap terjaga, di mana Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri berperan sebagai penggerak layanan transaksi dan pengelolaan keuangan di berbagai segmen.
“Sinergi yang terintegrasi secara digital tersebut memungkinkan nasabah bertransaksi secara cepat, mudah, dan menyeluruh dalam satu ekosistem layanan keuangan,” ungkap Novita.
|Baca juga: Bos Komisi XI Bilang Rupiah Rp17.600 Bukan Tanda Indonesia Alami Krisis seperti 1998
|Baca juga: Pengamat Ungkap Alasan Premi War Risk Penerbangan Turun saat Risiko Perang Meningkat
Disiplin penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas pertumbuhan perseroan. “Diversifikasi sumber pendapatan dan disiplin pengelolaan risiko terus kami jaga untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di tengah situasi yang menantang,” imbuhnya.
Ke depan, Bank Mandiri berkomitmen melanjutkan akselerasi peran sebagai mitra strategis pemerintah melalui pembiayaan program-program prioritas nasional. Beberapa di antaranya Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penguatan pembiayaan UMKM.
“Bank Mandiri akan terus menghadirkan layanan finansial yang nyaman, andal, dan menyeluruh, serta memperkuat ekosistem yang mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Novita.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

