Media Asuransi, JAKARTA – Di tengah meningkatnya biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi, membangun kekayaan saja tidak cukup. Menjaga aset agar tetap aman, stabil, dan relevan untuk masa depan juga menjadi bagian penting dalam strategi wealth management jangka panjang.
Head of Wealth Management PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) Aliang Sumitro menuturkan pengelolaan kekayaan yang sehat tidak hanya berfokus pada akumulasi aset semata.
|Baca juga: Laba Usaha Meningkat 66% di 2025, Merck Bagikan Dividen Rp123,2 Miliar
|Baca juga: Bank Muamalat Permudah Pembelian Hewan Kurban Lewat Layanan Kurban Online
“Di tengah dinamika ekonomi saat ini, strategi wealth management yang baik perlu memastikan aset tetap terlindungi, relevan, dan dapat mendukung kebutuhan keluarga lintas generasi,” tutur Aliang, dikutip dari keterangan resminya, Selasa, 26 Mei 2026.
Berikut empat langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga wealth tetap terlindungi di tengah perubahan kondisi ekonomi:
1. Evaluasi potensi risiko finansial sejak dini
Kondisi kesehatan, kehilangan pendapatan, maupun kebutuhan darurat dapat memengaruhi stabilitas keuangan apabila tidak diantisipasi sejak awal. Karena itu, strategi keuangan yang sehat perlu menyeimbangkan pertumbuhan investasi, perlindungan finansial, serta kesiapan menghadapi pengeluaran tak terduga.
2. Integrasikan strategi investasi dan proteksi secara menyeluruh
Di tengah ketidakpastian ekonomi, pendekatan wealth management yang efektif tidak lagi memisahkan investasi dan perlindungan finansial sebagai dua hal berbeda. Keduanya perlu berjalan beriringan untuk membantu menjaga keberlanjutan aset, meminimalkan risiko finansial, serta memastikan tujuan keuangan jangka panjang tetap tercapai.
View this post on Instagram
3. Rencanakan keberlanjutan wealth sejak dini
Perencanaan masa depan bukan hanya ditujukan bagi individu dengan aset besar, tetapi bagi siapa pun yang ingin memastikan keluarganya tetap terlindungi di kemudian hari dari berbagai risiko tak terduga. Perencanaan yang matang membantu proses pengelolaan hingga distribusi aset menjadi lebih terstruktur dan sesuai dengan tujuan.
4. Jaga keberkahan dan keberlanjutan aset
Bagi nasabah yang memilih merencanakan keuangan berdasarkan prinsip syariah, kebutuhan finansial tidak lagi hanya berfokus pada wealth creation, wealth accumulation, dan wealth preservation, tetapi juga bagaimana aset dapat dimurnikan dan didistribusikan sesuai nilai-nilai syariah.
|Baca juga: Asuransi Ramayana (ASRM) Bagikan Dividen, Ini Jadwal Pembayarannya
|Baca juga: KUPASI Sarankan OJK Terapkan New RBC Bertahap untuk Jaga Stabilitas Industri Asuransi
“Melalui pendekatan wealth management yang menyeluruh, kami mendukung masyarakat untuk tidak hanya mengembangkan aset, tetapi juga menjaga asetnya dan legacy finansial bagi generasi berikutnya,” tutup Aliang.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

