Media Asuransi, GLOBAL – Klaim asuransi risiko transaksi di kawasan Asia Pasifik (APAC) terus meningkat seiring makin matangnya pasar merger dan akuisisi (M&A). Nilai klaim pun semakin besar karena didorong oleh transaksi yang lebih kompleks dan melibatkan dana jumbo.
Melansir Insurance Asia, Selasa, 21 Juli 2026, laporan Global Transaction Solutions Claims Study 2026 dari Aon menyebut penggunaan asuransi Warranty and Indemnity (W&I) serta standalone tax liability insurance kini semakin umum di berbagai negara, termasuk India, Singapura, dan Korea Selatan.
Menurut Aon, tren klaim di APAC kini mulai menyerupai pasar global. Penyebab klaim yang paling sering muncul antara lain masalah pengungkapan informasi, laporan keuangan yang tidak akurat, pelanggaran kepatuhan, hingga sengketa perpajakan.
Dalam tiga tahun terakhir, Aon berhasil membantu penyelesaian klaim senilai lebih dari US$26 juta di kawasan APAC, termasuk beberapa klaim bernilai besar.
Sementara itu, di Amerika Utara, nilai klaim yang berhasil dipulihkan pada 2025 menembus US$1 miliar. Rata-rata pembayaran klaim mencapai lebih dari US$10 juta, sedangkan nilai median pembayaran melampaui US$8,2 juta, menjadi yang tertinggi sepanjang pencatatan.
|Baca juga: Laba Oona Insurance (ABDA) Naik 21,4% di Kuartal I/2026
|Baca juga: Pasar Broker dan Agen Asuransi Global Diproyeksikan Tembus US$653 Miliar di 2035
Aon mencatat, pada awalnya klaim banyak berasal dari Australia dan Selandia Baru karena kedua negara lebih dulu mengadopsi asuransi W&I. Namun kini pertumbuhan terbesar datang dari India, Korea Selatan, dan negara-negara Asia Tenggara.
Asuransi risiko pajak juga semakin sering digunakan, terutama di India, serta mulai banyak dimanfaatkan di Korea Selatan, Jepang, China, dan Australia. Produk ini biasanya dipakai untuk melindungi risiko pajak seperti pajak capital gain, pajak pemotongan, hingga kerugian operasional yang dapat dikompensasikan.
Laporan tersebut juga menunjukkan klaim di APAC kini semakin banyak berasal dari transaksi lintas negara dan transaksi bernilai besar. Beberapa di antaranya bahkan memiliki nilai klaim lebih dari US$10 juta.
Risiko perpajakan dan regulasi menjadi penyebab klaim dengan nilai terbesar karena sering kali baru muncul bertahun-tahun setelah transaksi selesai. Berbeda dengan klaim operasional atau pengungkapan informasi yang umumnya muncul dalam tahun pertama.
Aon menilai asuransi W&I dan asuransi risiko pajak kini mulai menjadi bagian penting dalam perencanaan transaksi M&A, terutama untuk transaksi berskala besar dan lintas negara ketika penjual memberikan perlindungan yang terbatas setelah transaksi selesai.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

