Media Asuransi, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa perekonomian Indonesia triwulan II/2026 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp3.576,2 triliun.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, Moh Edy Mahmud, menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia triwulan II/2026 tumbuh sebesar 3,73 persen dibanding triwulan I/2026 (quarter t quarter/qtq).
|Baca juga: Bank Indonesia: Inflasi IHK Juli 2026 Tetap Terjaga
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,26 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,08 persen.
“Ekonomi Indonesia triwulan II/2026 tumbuh sebesar 5,29 persen dibanding triwulan II/2025 atau secara year on year (yoy),” kata Edy dalam jumpa pers secara daring, Rabu, 5 Agustus 2026.
|Baca juga: Bank Indonesia Menilai Neraca Perdagangan Juni 2026 Mencatat Defisit yang Lebih Rendah
Ditambahkan, dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,81 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,97 persen.
Sementara itu, menurut Edy, ekonomi Indonesia semester I/2026 tumbuh sebesar 5,45 persen dibanding semester I/2025 (cumulative to cumulative/ctc).
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,83 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 18,62 persen.
Pada triwulan II/2026, kelompok provinsi di Pulau Jawa mendominasi struktur dan kinerja ekonomi Indonesia dengan kontribusi sebesar 56,47 persen dan mencatat pertumbuhan sebesar 5,65 persen yoy.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
