1
1

Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Ekonom Soroti soal Independensi!

Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. | Foto: Bank Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menyambut positif pengajuan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) oleh Presiden Prabowo Subianto. Diyakini pasar keuangan juga merespons dengan baik nama yang diajukan tersebut.

“Bahwa Bu Destri diajukan oleh Presiden sebagai calon tunggal Gubernur BI. Kami meresponnya ini suatu hal yang positif dan juga pasar kami yakin juga merespons positif,” kata Josua, dalam sebuah konferensi pers, di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurutnya Destry Damayanti mempunyai pengalaman cukup panjang di BI sebagai Deputi Gubenur Senior BI dan saat ini menjabat sebagai Pejabat Gubernur BI Sementara. Diharapkan keberadaan Destry dapat menutupi kekosongan kebijakan yang ditinggalkan oleh Perry Warjiyo.

“Harapannya keberlanjutan kebijakan dari gubernur sebelumnya akan bisa menutupi kekosongan setelah ditinggalkan oleh Pak Peri Warjiyo dan juga dalam hal bagaimana mengelola independensi juga saya pikir ini suatu hal yang penting,” ujarnya.

|Baca juga: Permata Bank Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5,26% di 2026

|Baca juga: OJK dan Kementerian UMKM Dukung Penuh Pencalonan Destry Damayanti Sebagai Gubernur BI

Dirinya berharap nantinya Destry Damayanti bisa menjaga independensi BI. “Artinya pengalaman Beliau sebagai ekonom tentunya akan melihat bagaimana kebijakan BI ini akan diambil berdasarkan data dependen, berdasarkan data, dan juga tentunya harapannya policy mix dari Bank Indonesia ini akan tetap berlanjut,” kata Josua.

Pada kondisi ini, tambahnya, penting bagi BI memperkuat likuiditas. “Bagaimana jamu-jamu dari BI, jamu pahit, jamu manis ini masih menjadi salah satu terobosan dari Bank Indonesia yang masih akan tetap bisa dilanjutkan. Tentunya bagaimana penguatan likuiditas, pengelolaan likuiditas ini menjadi penting sekali,” tegasnya.

Terkait dengan penguatan likuiditas, ia menjelaskan, sebelumnya sudah ada kesepakatan bersama antara BI, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan didukung oleh DPR di awal Juni. Saat ini terkait likuiditas dikembalikan kepada BI dan kebijakan fiskal difokuskan kepada Kemenkeu.

“Harapannya tupoksi masing-masing dari otoritas ini akan bisa dapat mengelola likuiditas kondisi perekonomian kita,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post IHSG Menghijau Jelang Review MSCI
Next Post DPR Buka Suara soal Jadwal Fit and Proper Test Destry Damayanti Jadi Calon Gubernur BI

Member Login

or