1
1

OJK Sebut Obligasi Daerah Jadi Sumber Pembiayaan Baru untuk Dukung Pembangunan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi. | Foto: OJK

Media Asuransi, JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mendorong pengembangan obligasi daerah sebagai salah satu alternatif sumber pembiayaan pembangunan.

Instrumen tersebut dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan pendanaan yang semakin besar untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional dan pembangunan di daerah.

|Baca juga: OJK Klaim Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

|Baca juga: OJK: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih di Bawah Level Ideal Menuju Negara Maju

Menurut Friderica, Indonesia membutuhkan pembiayaan dalam jumlah sangat besar untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi pada beberapa tahun mendatang. Karena itu, sumber pendanaan tidak bisa hanya mengandalkan sektor perbankan, melainkan harus diperkuat dengan berbagai instrumen pembiayaan lainnya.

“Kalau kita melihat target pertumbuhan ekonomi, contohnya misalnya di 2027, data dari Bappenas menyampaikan Indonesia butuh angka cukup besar untuk pembiayaan mendukung sektor pertumbuhan ekonomi kita. Mungkin sekitar Rp8.600-an triliun kalau kami tidak keliru angkanya,” kata Friderica, di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Ia menjelaskan kebutuhan pembiayaan tersebut memerlukan keterlibatan berbagai sektor jasa keuangan agar pembangunan dapat terus berjalan dan target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai.

Salah satu alternatif yang dinilai memiliki potensi besar adalah pasar modal, termasuk melalui penerbitan obligasi daerah yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk membiayai berbagai program pembangunan.

|Baca juga: KUPASI Sarankan OJK Terapkan New RBC Bertahap untuk Jaga Stabilitas Industri Asuransi

|Baca juga: Sequis Life Dukung Perempuan Wirausaha Tumbuh Lebih Kuat dan Berkelanjutan

“Salah satunya misalnya dari pasar modal. Tadi waktu di meja dengan Pak Misbakhun dan Bapak/Ibu yang lainnya juga menyampaikan bagaimana contohnya misalnya pengembangan obligasi daerah. Ini juga salah satu yang menjadi potensi untuk pembiayaan pembangunan di daerah,” kata Friderica.

Menurutnya, pengembangan instrumen pembiayaan daerah menjadi penting karena daerah memiliki beragam potensi ekonomi yang dapat dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan nasional. Dengan dukungan pembiayaan yang memadai, berbagai program unggulan daerah dapat diperluas dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post INDOMOBIL Expo Hadir di Bandung
Next Post Prediksi IHSG dan 6 Rekomendasi Saham Pilihan Jelang Libur Panjang

Member Login

or