1
1

Manajemen Baru PT Pos Indonesia Laporkan  Koreksi Pembukuan Rp9 Triliun

Petugas pengantar paket dari kantor POS Indonesia bersiap melakukan pengiriman. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Pembenahan PT Pos Indonesia menjadi salah satu agenda yang terus dikawal oleh BP BUMN bersama Danantara. Langkah ini menyusul laporan manajemen baru PT Pos Indonesia mengenai hasil audit berupa penyesuaian pembukuan untuk periode 2023, 2024, dan 2025 sebesar Rp9 triliun sebagai bagian dari proses pembersihan dan pemulihan catatan keuangan perusahaan.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan Direktur Utama PT Pos Indonesia yang baru, Iskandar Kunaefi, baru-baru ini. Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah strategis untuk mempercepat transformasi perusahaan melalui pembenahan menyeluruh, mulai dari tata kelola, kondisi keuangan, hingga model bisnis.

|Baca juga: Manfaatkan Robotic dan AI, Pos Indonesia Sukses Efisiensi hingga 42%

Dalam arahannya, Dony menegaskan bahwa transformasi yang dijalankan harus dilakukan secara serius dan menyentuh akar persoalan perusahaan. “Transformasi yang kita lakukan di sini bukan transformasi yang setengah-setengah. Kita tidak ingin sesuatu yang artifisial atau dipoles-poles. Proses ini kita lakukan untuk menjadikan perusahaan-perusahaan BUMN tangguh ke depannya,” ujar Dony, dalam keterangannya, Jumat, 23 Juli 2026.

|Baca juga: Fitch Naikkan Outlook Pos Indonesia Jadi Positif

Selain memastikan proses restrukturisasi berjalan komprehensif, pembenahan juga difokuskan pada strategi penataan keuangan yang efektif dan efisien guna mengurangi beban biaya perusahaan. Salah satu inisiatif yang ditekankan adalah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap struktur pendapatan, komponen biaya, serta penerapan model bisnis yang lebih tepat dan berkelanjutan melalui pelibatan intercompany untuk mempercepat penurunan utang perusahaan.

Melalui pembenahan yang menyeluruh tersebut, BP BUMN bersama Danantara berharap PT Pos Indonesia dapat memperkuat fundamental perusahaan, memulihkan kesehatan keuangan, serta meningkatkan daya saing sehingga mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi negara.

Editor : Wahyu Widiastuti

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Dari Konsultasi, Inovasi AI hingga Pendampingan di Rumah Sakit: Halodoc for Business Hadirkan Solusi Kesehatan Karyawan yang Benar-Benar Terintegrasi
Next Post PINTU Catatkan Pertumbuhan Aktivitas Trading Token Berbasis Saham Amerika Serikat di Kuartal II-2026

Member Login

or