1
1

NTT DATA: Industri Asuransi Memasuki Titik Balik, Risiko Tumbuh Lebih Cepat dari Ketahanan

NTT DATA adalah perusahaan konsultan dan layanan teknologi informasi (TI) global dari Jepang. | Foto: NTT DATA

Media Asuransi, GLOBAL – NTT DATA, perusahaan global penyedia layanan kecerdasan buatan (AI), bisnis digital, dan teknologi, merilis laporan terbaru Insurtech Global Outlook 2026 mengungkapkan bahwa industri asuransi tengah berada pada titik balik struktural akibat meningkatnya kerugian yang tidak terlindungi asuransi serta lonjakan klaim tanggung gugat.

Laporan tersebut menegaskan bahwa laju pertumbuhan risiko kini semakin cepat sehingga pelaku industri tidak dapat lagi mempertahankan model bisnis lama.

Salah satu temuan utama menunjukkan bahwa risiko siber kini menjadi ancaman terbesar dalam asuransi bisnis. Kerugian yang tidak diasuransikan akibat serangan siber diproyeksikan melonjak dari 171 miliar Dolar AS pada 2023 menjadi lebih dari 700 miliar  Dolar AS pada 2030.

|Baca juga: NTT DATA Foresight Report 2026 Ungkap 6 Tren Pembentuk Masa Depan Inovasi Teknologi

Selain itu, kerugian terkait perubahan iklim seperti cuaca ekstrem, banjir, dan kebakaran hutan telah mencapai US$180 miliar, sementara klaim tanggung gugat meningkat 57 persen.

Di tengah kondisi pasar yang semakin bergejolak, penerapan operasi berbasis AI dan sistem agentic dinilai mampu menghasilkan penghematan biaya hingga 35% melalui otomatisasi dan optimalisasi proses.

Global Head of Insurance NTT DATA, Bruno Abril, mengatakan industri asuransi saat ini tengah menghadapi perubahan struktural di tengah meningkatnya volatilitas dan ketidakpastian pasar.

|Baca juga: NTT DATA Gandeng AWS, Percepat Modernisasi Cloud

“Meski demikian, terdapat peluang yang jelas bagi perusahaan asuransi untuk memanfaatkan solusi berbasis AI guna memperkuat kepercayaan dan ketahanan. Dalam laporan ini kami mengidentifikasi berbagai perubahan utama yang membentuk industri asuransi pada 2026 serta menerjemahkannya menjadi langkah-langkah strategis yang dapat membantu perusahaan menciptakan nilai jangka panjang bagi bisnis, pelanggan, dan masyarakat,” ujar Bruno Abril dikutip dari keterangannya, Rabu, 17 Juni 2026.

Namun, adopsi AI di industri asuransi masih menghadapi hambatan. Laporan mencatat hanya 22 persen perusahaan asuransi yang berhasil membawa implementasi AI ke tahap produksi, meskipun 66 persen  tenaga kerja di sektor ini telah menggunakan berbagai perangkat AI.

Kendala utama bukan terletak pada teknologi, melainkan pada aspek kepercayaan, tata kelola, serta model operasional yang belum dirancang untuk mendukung pemanfaatan AI secara optimal.

Laporan tersebut juga mencatat aktivitas pendanaan di sektor insurtech terus berkembang. Penawaran saham perdana (IPO) perusahaan asuransi di Amerika Serikat mencapai level tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Sementara itu, pendanaan melalui utang mencapai 9,5 miliar Dolar AS dan untuk pertama kalinya melampaui pendanaan berbasis ekuitas.

|Baca juga: Masuki Era AI-Native, NTT DATA Dirikan AIVista dan Angkat Arsitek Bisnis AI

Untuk membantu perusahaan asuransi menghadapi tantangan tersebut, NTT DATA mengidentifikasi empat langkah strategis yang perlu dilakukan industri.

Pertama, membangun ketahanan dalam model operasional melalui pemanfaatan data, AI, dan simulasi agar perusahaan tidak hanya berfokus pada pembayaran klaim, tetapi juga pada deteksi dan pencegahan risiko secara berkelanjutan.

Kedua, menerapkan AI yang bertanggung jawab dengan mengedepankan aspek transparansi, kepatuhan, dan akuntabilitas manusia sejak tahap awal.

Ketiga, menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih empatik dan berorientasi pada pencegahan. Tren hiperpersonalisasi tercatat tumbuh lebih dari 35 persen per tahun, sementara 67 persen pemberi kerja meningkatkan belanja untuk program pencegahan.

Keempat, membangun ekosistem kemitraan yang didukung standar terbuka dan infrastruktur yang siap memenuhi regulasi. Pasar embedded insurance sendiri telah melampaui 116 miliar Dolar AS pada 2025.

Editor: Wahyu Widiastuti

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Transaksi QRIS Bank Muamalat Melonjak 74,87%
Next Post OJK Izinkan Perubahan Nama PT Sukses Utama Sejahtera menjadi PT Sukses Utama Sejahtera Insurance Broker

Member Login

or