1
1

Bos ANTAM (ANTM) Beberkan Strategi Ini untuk Terus Cetak Cuan di 2026

Gedung Antam. | Foto: Antam

Media Asuransi, JAKARTA – PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) atau ANTAM terus memperkuat fundamental bisnis. Upaya itu dilakukan melalui optimalisasi kinerja operasional, pengelolaan portofolio komoditas, serta pengembangan hilirisasi pada tiga komoditas utama, yakni emas, nikel, dan bauksit.

Dalam Paparan Publik (Public Expose) 2026, ANTAM menyampaikan pada semester I/2026 perseroan membukukan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba bersih sebesar Rp6,91 triliun. Capaian tersebut mencerminkan kemampuan ANTAM dalam menjaga kinerja bisnis di tengah dinamika industri pertambangan dan pasar komoditas.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTAM Arini Kasmira mengatakan capaian positif perseroan didukung oleh optimalisasi operasional, pengelolaan portofolio komoditas, serta disiplin dalam menjaga efisiensi dan kesehatan keuangan.

“ANTAM terus berfokus menjaga fundamental keuangan melalui pengelolaan biaya yang disiplin, optimalisasi kinerja operasional, serta penguatan bisnis pada komoditas utama,” kata Arini, dikutip dari keterangan resminya, Senin, 14 September 2026.

Pada semester I/2026, ANTAM mencatat volume penjualan emas sekitar 18,1 ton dengan pendapatan dari bisnis emas sekitar Rp50,39 triliun. Capaian tersebut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perseroan sepanjang semester pertama 2026.

|Baca juga: 8 Kesalahan yang Membuat Pemimpin Tidak Efektif

|Baca juga: Prabowo Dorong Reformasi Tata Kelola Global di KTT BRICS 2026

Dalam menjalankan bisnis emas, ANTAM terus berfokus pada penguatan rantai nilai dan menjaga keberlanjutan bisnis dengan mempertimbangkan dinamika pasar. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pasokan bahan baku, peningkatan kapabilitas pengolahan dan manufaktur, serta pengembangan akses pasar.

Arini menjelaskan kinerja bisnis emas memberikan kontribusi positif bagi ANTAM pada semester I/2026. Ke depan, ANTM akan terus mencermati dinamika pasar dan menjaga fleksibilitas strategi bisnis, termasuk melalui penguatan rantai pasok, kapabilitas pengolahan dan manufaktur, serta pengembangan pasar.

“Pada saat yang sama, ANTAM terus mengoptimalkan portofolio nikel dan bauksit untuk memperkuat diversifikasi bisnis perseroan,” kata Arini.

Di tengah berbagai agenda pengembangan bisnis, lanjutnya, ANTAM terus menjaga fundamental keuangan yang solid. Hingga semester I/2026, perseroan membukukan total aset sebesar Rp61,27 triliun, total ekuitas sebesar Rp38,53 triliun, serta kas dan setara kas sebesar Rp9,23 triliun.

Posisi keuangan tersebut menjadi fondasi bagi ANTAM dalam menjalankan agenda pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, disiplin investasi, dan pengelolaan risiko.

”Kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, disiplin investasi, dan pengelolaan risiko. Setiap agenda pengembangan akan kami jalankan secara prudent agar memberikan nilai tambah yang optimal sekaligus menjaga kesehatan keuangan Perseroan dalam jangka panjang,” kata Arini.

Arini menegaskan ANTAM akan terus menjaga kualitas pertumbuhan dengan mengoptimalkan kekuatan portofolio komoditas serta menjalankan pengembangan bisnis secara terukur. Ke depan, ANTAM bakal terus mengoptimalkan portofolio emas, nikel, dan bauksit serta mengembangkan hilirisasi.

“Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Dengan fundamental yang solid dan pengelolaan bisnis yang prudent, kami optimistis ANTAM dapat terus menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham, masyarakat, dan negara,” tutup Arini.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Prabowo Dorong Reformasi Tata Kelola Global di KTT BRICS 2026

Member Login

or