Media Asuransi, JAKARTA – Saat ini pasar global tengah menghadapi peningkatan volatilitas. Didalam negeri, kondisi perekonomian Indonesia saat ini membuat investor mencari keamanan, kepastian, dan fleksibilitas.
Dalam kondisi seperti ini, Obligasi Negara Ritel (ORI030) dinilai menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik bagi investor yang mengutamakan stabilitas dan keamanan. “SBN retail yakni ORI030 punya semuanya. ORI030 punya imbal hasil tetap selama tiga tahun dan enam tahun. Dari sisi imbal hasil menawarkan lebih tinggi dan potongan pajak lebih rendah,” kata Analis Keuangan Negara Ahli Madya dan Ketua Tim Pengembangan dan Pendalaman Pasar Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan, Chandra A.S. Wibowo.
|Baca juga: Mau Passive Income? ORI030 Punya 10 Keuntungan yang Patut Dilirik
Hal itu dia sampaikan Menurutnya, setiap tanggal 15 sejak ORI001 selalu tepat waktu pembayaran kupon dan pelunasan kembali. Fleksibilitas, ORI030 bisa dijual di pasar sekunder. “ORI030 sangat cocok untuk orang yang baru pertama kali berinvestasi,” tutur Chandra dalam acara Navigating Market Volatility: Building Portfolio Resilience with ORI030 yang digelar pada Kamis, 16 Juli 2026.
Dia menjelaskan bahwa permintaan untuk ORI030 pun terlihat tinggi. Realisasi penjualan ORI030 per 16 Juli 2026 pukul 16.00 WIB sudah mencapai Rp21,9 triliun dari target kita Rp25 triliun. Penawaran hingga 30 Juli 2026. Terlihat antusiasme yang tinggi. Kalau melihat profil investor SBN Ritel selama ini mayoritas dari generasi milenial (52 persen).
Sementara itu, Head of Deposit & Wealth Management UOB Indonesia, Emillya Soesanto, mengatakan bahwa valuasi pasar saham Indonesia saat ini sudah sangat murah. Secara valuasi sangat menarik apalagi pemerintah sangat menjaga kestabilan mata uang rupiah.
|Baca juga: OJK Sebut Obligasi Daerah Jadi Sumber Pembiayaan Baru untuk Dukung Pembangunan
“Kalau melihat apa yang dilakukan regulator, sudah terkoordinasi dengan baik dan respon cepat yakni ketika BI menaikkan suku bunga BI Rate ke 5,75 persen dan imbal hasil obligasi stabil,” kata Emillya.
Dia tambahkan, pada Semester II/2026 ini kita melihat peluang investasi terbuka lebar, khususnya di pasar obligasi ritel dengan imbal hasil obligasi tujuh persen, yakni ORI030 dengan tenor enam tahun menjadi pilihan. “ORI030 sangat cocok untuk profil investor konservatif. Saat ini merupakan kesempatan yang bagus untuk menambah portofolio kita karena imbal hasilnya bagus, keamanan terjamin,” ujarnya.
Emillya menekankan pentingnya menerapkan Risk-First Approach melalui tiga prinsip utama, yaitu be prepared, diversify, dan be strategic. Investor tidak perlu menunggu kondisi pasar ideal karena volatilitas merupakan bagian dari siklus investasi. Selain itu, membangun portofolio yang terdiversifikasi dinilai lebih penting daripada menebak arah pasar, sementara instrumen pendapatan tetap tetap relevan sebagai salah satu komponen strategis dalam menjaga ketahanan portofolio.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

