Media Asuransi, JAKARTA – PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) atau STM, perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang pertambangan dan penggalian lainnya, mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I/2026. Pendapatan MINE meningkat 6,13 persen dari Rp1,15 triliun pada semester I/2025 menjadi Rp1,22 triliun pada semester I/2026. MINE juga mencatatkan laba komprehensif berjalan Rp100,42 miliar di enam bulan pertama 2026.
Chief Finance Officer MINE, Holmes Siringoringo, mengatakan bahwa peningkatan pendapatan ini menunjukkan kinerja perseroan yang solid di tengah dinamika industri pertambangan di Indonesia. Dia menyebutkan peningkatan tersebut didukung oleh meningkatnya pendapatan lini usaha penambangan dan jasa konstruksi yang signifikan.
|Baca juga: MINE Catatkan Pendapatan Rp676,19 Miliar di Kuartal I/2026
“Menghadapi berbagai tantangan industri, MINE tetap mencatatkan pertumbuhan kinerja positif pada semester ini. Sejumlah lini usaha berkontribusi signifikan. Lini usaha penambangan meningkat 3,14 persen dari Rp1,11 triliun menjadi Rp1,14 triliun. Lini usaha jasa konstruksi tumbuh 93,95 persen dari Rp37,85 miliar menjadi Rp73,41 miliar,” ujar Holmes dalam keterangan resmi.
Pertumbuhan pendapatan MINE pada semester I/2026 didukung oleh kinerja sejumlah proyek yang sedang dikerjakan perseroan. Proyek-proyek tersebut mencakup kerja sama dengan PT Weda Bay Nickel, PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), PT Hengjaya Mineralindo, serta pembangunan jalan untuk PT Erabaru Timur Lestari. Kontribusi dari proyek-proyek tersebut menjadi pendorong pertumbuhan pendapatan perseroan pada periode tersebut.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang terus diberikan oleh para mitra bisnis, dan kami akan terus menjaga dengan memberikan kualitas layanan yang terbaik sebagai pondasi penting bagi pertumbuhan perseroan. Ke depan, MINE akan terus memperkuat kolaborasi dengan mitra eksisting sekaligus membuka peluang kerja sama baru untuk menjaga pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan,” tambah Holmes.
|Baca juga:PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) Laporkan Penggunaan Dana Hasil IPO Rp129,61 Miliar
Ditambahkan bahwa perseroan juga terus memperluas portofolionya melalui sejumlah kontrak baru. Pada kuartal II/2026, MINE menambah kontrak untuk perpanjangan Proyek Konstruksi Sampala sepanjang 3,5 kilometer, menjadi subcontractor dari PT Horizon Jaya Perkasa untuk projek Dry Stack Tailings Facility di Morowali untuk PT Hengjaya Mineralindo, serta penambahan hampir 100 unit armada hauling di PT SCM, telah membuat MINE menjadi salah satu kontraktor hauling terbesar di PT SCM dengan total jumlah armada mencapai 200 Unit Dump Truck kapasitas 45 Ton.
Di sisi lain, MINE juga mencatatkan penurunan liabilitas perseroan pada periode ini. Perseroan mencatatkan liabilitas semester I/2026 sebesar Rp946,07 miliar, turun 18,34 persen dari Rp1,15 triliun pada tahun 2025 pada periode yang sama. Sementara itu, ekuitas perseroan meningkat 14,57 persen atau Rp975,11 miliar dari Rp851 miliar pada tahun lalu di periode yang sama.
“Penurunan liabilitas dan peningkatan ekuitas ini mencerminkan komitmen perseroan dalam menjaga struktur permodalan yang sehat. Kami terus mengelola pendanaan secara disiplin dan memperkuat fundamental keuangan agar MINE memiliki fleksibilitas yang lebih baik dalam mendukung keberlanjutan operasional serta menangkap peluang pertumbuhan di masa mendatang,” tutur Holmes.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
