Media Asuransi, JAKARTA – PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) atau STM, perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang pertambangan dan penggalian lainnya, melaporkan penggunaan dana hasil IPO sebesar Rp129,61 miliar setelah dikurangi biaya emisi. Laporan ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu, 22 April 2026.
Hingga 31 Desember 2025, seluruh dana tersebut telah direalisasikan 100 persen sesuai dengan prospektus, yaitu untuk pengadaan alat berat, pembelian aset berupa tanah dan bangunan, serta sebagai modal kerja perseroan.
|Baca juga: Setahun IPO, Sinar Terang Mandiri (MINE) Bagikan Dividen Rp60,23 Miliar
“Selama 2025, MINE telah melakukan pengadaan alat berat sebesar Rp267 miliar yang digunakan untuk menunjang operasional kontrak-kontrak baru,” kata Direktur Utama MINE, Ivo Wangarry, dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis, 23 April 2026.
Lebih lanjut dia katakan bahwa industri jasa penunjang pertambangan menunjukkan prospek positif, meski menghadapi sejumlah tantangan. Hal ini sejalan dengan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain kunci dalam industri pertambangan global, dengan cadangan dan produksi yang signifikan di berbagai komoditas strategis, seperti nikel, batu bara, emas, dan mineral lainnya.
|Baca juga: Alamtri Minerals Indonesia (ADMR) Tebar Dividen US$120 Juta, Simak Jadwal Lengkapnya!
“Dengan potensi sumber daya mineral Indonesia yang beragam, kami melihat ruang pengembangan usaha yang cukup luas di berbagai komoditas. Ke depan, perseroan akan terus memperluas cakupan layanan serta menjajaki peluang diversifikasi ke mineral lainnya secara disiplin dan terukur,” tutur Ivo.
Menurutnya, langkah ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi MINE dan lebih adaptif terhadap dinamika industri. Dengan demikian, perseroan terus dapat memberikan nilai tambah berkelanjutan kepada seluruh pemangku kepentingan.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
