Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada akhir pekan, Jumat, 28 Agustus 2026. IHSG melemah 3,62 poin atau 0,06 persen ke 6.518,12 pada akhir perdagangan.
Sebanyak 276 saham naik, 328 saham turun dan 188 saham stagnan. Total volume perdagangan saham di bursa ini mencapai 34,20 miliar saham, dengan total nilai Rp14,90 triliun.
|Baca juga: Simak 6 Saham Pilihan untuk Hari Ini saat IHSG Berpotensi Sideways
Indeks saham melemah di tengah semua mata tertuju pada Simposium Jackson Hole Federal Reserve, di mana Ketua The Fed Kevin Warsh dijadwalkan untuk berpidato pada hari ini. Tiga pejabat The Fed telah menyuarakan kekhawatiran mengenai inflasi yang sulit turun, namun kepala bank sentral yang baru ini enggan memberikan panduan ke depan mengenai arah kebijakan suku bunga.
Data inflasi pribadi Juli yang mencapai 3,7 persen year on year (yoy) menimbulkan kekhawatiran The Fed akan menaikkan bunga acuan. Kontrak berjangka mengindikasikan peluang sekitar 35 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan tanggal 16 September, dan pasar telah sepenuhnya memperhitungkan langkah kenaikan suku bunga pada bulan Desember.
|Baca juga: IHSG Sesi I Menguat ke 6.548
Harga minyak merosot, Jumat, dan berada di jalur untuk mengakhiri tren penguatan dua pekan. Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, turun 75 sen atau 0,84% menjadi USD88,95 per barel pada pukul 14.35 WIB, demikian laporan Reuters dan Bloomberg, di Singapura.
Goldman Sachs memperkirakan total ekspor minyak dari kawasan Teluk baru-baru ini berada di kisaran 15 juta hingga 16 juta barel per hari (bph). Angka tersebut masih 7 juta hingga 8 juta bph di bawah tingkat sebelum perang, tetapi sudah 5 juta hingga 6 juta bph lebih tinggi dibandingkan titik terendah pada Maret.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

