1
1

Pemerintah Berkomitmen Memperkuat Hilirisasi, Industri Strategis, dan Ekonomi Digital

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membuka acara Sidang Pleno ISEI XXV & Seminar Nasional ISEI 2026, 27 Agustus 2026.  | Foto: Kemenko Perekonomian

Media Asuransi, JAKARTA – Perekonomian global masih menghadapi berbagai tantangan dan risiko, terutama dari sisi geopolitik, proteksionisme, hingga perkembangan era Artificial Intelligence (AI). Meski demikian, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat, salah satunya terlihat pada pertumbuhan ekonomi semester I/2026 yang mencapai 5,45 persen, berada di atas pertumbuhan ekonomi dunia dan sejumlah negara lainnya.

Di sisi lain, hingga periode bulan Juli 2026, inflasi tetap terkendali pada level 2,88 persen, sementara kinerja manufaktur masih berada di atas level 50 dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga berada pada angka yang stabil mencapai 119.

Kapasitas dan ketahanan ekonomi juga terus menguat, tercermin dari realisasi investasi semester I/2026 yang tumbuh menguat, terutama pada pencapaian investasi hilirisasi. Selain itu, cadangan devisa juga masih menujukkan penguatan dengan besaran setara 5,5 bulan impor. Sedangkan dari sisi pembiayaan, kredit perbankan tumbuh mencapai 12,67 persen year on year (yoy), dengan kredit investasi tumbuh 24,9 persen yoy.

|Baca juga: Pembiayaan UMKM Digenjot Tembus Rp2.000 Triliun, Airlangga Ungkap Alasannya!

“Pemerintah terus mendorong melalui kebijakan agar perekonomian Indonesia tumbuh lebih tinggi dan sejahtera lebih cepat,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam acara Sidang Pleno ISEI XXV & Seminar Nasional ISEI 2026, Kamis, 27 Agustus 2026.

Dia jelaskan, pemerintah terus mendorong berbagai sektor strategis yang memiliki potensi untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, terutama melalui penguatan digitalisasi, semikonduktor, dan AI. Sektor tersebut dinilai membutuhkan penguasaan teknologi, pengetahuan, serta sumber daya manusia yang kompeten.

Dalam pengembangan ekosistem semikonduktor, pemerintah juga telah melakukan kerja sama dengan ARM dari Inggris untuk menyiapkan tenaga kerja yang akan memiliki kompetensi dalam bidang ekosistem semikonduktor.

Selain itu, digitalisasi juga terus didorong pada sektor pertanian dan energi, termasuk dalam mendukung kesiapan implementasi program B50. Pemerintah juga terus memperkuat kebijakan di sektor mineral melalui penyesuaian bursa mineral agar harga yang ditawarkan dalam berbagai program di Indonesia menjadi lebih optimal.

| Baca juga: DPR Kini Mulai Benahi Data Desil Demi Bansos Tidak Salah Sasaran!

Di sisi lain, Indonesia terus melakukan deregulasi dan memperluas kerja sama perdagangan internasional. Saat ini, Indonesia telah memiliki 25 perjanjian internasional, termasuk CPTPP yang melibatkan 12 negara. Dalam proses aksesi OECD, Indonesia juga telah masuk dalam tahap Technical Review sehingga memberikan optimisme terhadap kemajuan proses tersebut.

Menurut Menko Perekonomian, pemerintah juga terus mendorong pembangunan dan akselerasi kebijakan, termasuk melalui dukungan fiskal untuk menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong berbagai proyek strategis, termasuk hilirisasi yang berkaitan dengan renewable energy.

Pemerintah juga terus mengembangkan sejumlah kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai motor pertumbuhan ekonomi. Di sisi perdagangan, peningkatan kemampuan ekspor Indonesia juga menjadi perhatian pemerintah di tengah kebijakan proteksionisme dari berbagai negara. Pemerintah terus memperkuat daya saing dan kemampuan ekspor nasional agar Indonesia dapat memperoleh manfaat yang lebih besar dari peningkatan kapasitas produksi dan perdagangan internasional.

“Saya juga ingin sharing bahwa Indonesia telah bergabung sebagai founding member di World AI Collaboration Organization. Ini akan membuka ruang investasi AI sebesar US$8 miliar hingga US$12 miliar di tahun 2026 hingga 2030. Ini adalah momentum bagi Indonesia karena AI ini membutuhkan data center,” jelas Menko Airlangga.

Editor: S. Edi Santosa

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Igloo: Masyarakat Indonesia Beli Asuransi Perjalanan 2 Hari Sebelum Keberangkatan
Next Post DTSEN Jadi Rujukan Bersama, Inilah Penjelasan Arti Desil Menurut BPS

Member Login

or