Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat di sesi I, Selasa, 2 Juni 2026. IHSG naik 1,49 persen atau 91 poin ke level 6.218 di tengah bursa regional Asia yang memerah karena perundingan AS-Iran terancam gagal.
|Baca juga: IHSG Rentan Terkoreksi, BNI Sekuritas Rekomendasikan 6 Saham Pilihan Berikut
Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.264 dan terendah di level 6.161 yang konsisten di zona hijau. Total volume transaksi bursa mencapai 18,85 miliar saham dengan nilai transaksi Rp14,84 triliun. Sebanyak 336 saham menguat, 316 saham turun dan 164 saham stagnan.
Tekanan di pasar muncul sejak awal perdagangan setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan sepanjang akhir pekan. Sentimen negatif semakin memburuk setelah kantor berita Tasnim melaporkan Teheran menghentikan pembicaraan dengan Washington menyusul serangan yang terjadi di Lebanon.
|Baca juga: MSCI Coret 18 Saham RI, Dana Asing Keluar Rp1,53 Triliun
Namun investor merasa harga-harga saham di IHSG sudah mengalami diskon besar sehingga mereka melakukan akumulasi beli. Selain itu data ekonomi terbaru yang positif berhembus, yaitu kinerja perdagangan luar negeri menunjukkan tren positif pada empat bulan pertama 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari-April mencapai US$92,15 miliar atau tumbuh 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni US$87,36 miliar. Dari sisi impor, empat bulan pertama nilainya mencapai US$86,51 miliar atau naik 13,4 persen dibandingkan periode Januari-April tahun lalu,
Kendati demikian, rupiah masih mengalami tekanan pada perdagangan hari ini. Nilai rupiah melemah 63,5 poin (0,36 persen) ke level Rp17.868,5 per dolar AS pada pukul 11.38 WIB.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

