1
1

BCA (BBCA) Buka Suara soal Isu Kebocoran Data Nasabah

Menara BCA di Jakarta. | Foto: BCA

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA secara resmi membantah kabar mengenai adanya kebocoran data nasabah yang sempat beredar di media massa.

Klarifikasi tersebut disampaikan langsung melalui surat tanggapan resmi kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) guna merespons permintaan penjelasan dari pihak otoritas bursa.

|Baca juga: Bos Allianz Life Indonesia Sebut Ekonomi AS Masih Belum Stabil

|Baca juga: Bos Allianz Life Indonesia Sebut Investor Wajib Selektif saat Berinvestasi di Pasar Saham AS

Dalam keterbukaan informasi tersebut, Manajemen BCA menegaskan, rumor yang pertama kali mencuat melalui pemberitaan Bloomberg Technoz tersebut tidak berbasis fakta. Pihak perbankan memastikan keamanan data seluruh nasabah hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan terlindungi.

Corporate Secretary BCA Rudy Budiardjo mengonfirmasi kepastian tersebut diperoleh setelah manajemen melakukan penelusuran mendalam. Hasil pengecekan internal menunjukkan tidak ada celah keamanan yang bobol pada sistem digital bank swasta terbesar di Indonesia ini.

“BCA mengonfirmasi informasi kebocoran data tersebut tidak benar. BCA telah melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan tidak ada kebocoran data dari sistem BCA. BCA memastikan data nasabah tetap aman,” ujar Rudy Budiardjo, dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Selasa, 2 Juni 2026.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Lebih lanjut, Rudy menerangkan, operasional perbankan sama sekali tidak terganggu oleh beredarnya isu negatif tersebut. Manajemen menjamin kelangsungan lini bisnis korporasi tetap berjalan normal seperti biasa tanpa ada kerugian yang signifikan.

“Informasi atau fakta di atas tidak memiliki dampak material terhadap kelangsungan usaha BCA,” kata Rudy.

|Baca juga: Rupiah Tembus Rp17.880, BI: Dipengaruhi Berlanjutnya Konflik di Timur Tengah

|Baca juga: Industri Asuransi Diminta Waspadai Risiko Penyebaran Ebola dan Hantavirus

Untuk mengantisipasi ancaman siber, Manajemen BCA sejauh ini terus menerapkan strategi pertahanan berlapis pada protokol internal mereka. Langkah mitigasi risiko secara berkala juga rutin diperbarui demi memproteksi jalur transaksi digital harian para nasabah.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Di samping memperketat sistem internal, emiten berkode saham BBCA ini mengimbau masyarakat luas untuk tetap waspada terhadap modus penipuan sosial (social engineering).

|Baca juga: OJK Ungkap Fenomena Aktuaris Pindah-pindah Perusahaan Masih Terjadi

|Baca juga: Danamon (BDMN), Adira Finance (ADMF), dan MUFG Kembali Hadir di IIMS Surabaya 2026

Nasabah diingatkan agar tidak memberikan data sensitif seperti password, BCA ID, nomor PIN, hingga kode OTP kepada pihak luar yang mengaku sebagai perwakilan resmi bank.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Jaga Struktur Permodalan, Asuransi Maximus (ASMI) Siap Buyback Saham 10%
Next Post Gelar RUPST, Asuransi Jasa Tania (ASJT) Rombak Komisaris dan Direksi

Member Login

or