Media Asuransi, JAKARTA – Data perdagangan saham selama sepekan tercatat mengalami pelemahan, dari semua indikator. Data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 29 Juni—3 Juli 2026 ditutup di teritori merah.
|Baca juga: IHSG Akhir Pekan Berakhir di Zona Hijau
Sejumlah sentimen negatif, baik dari dalam negeri, maupun luar negeri mempengaruhi aksi jual aset berisiko saham. Kelabilan kesepakatan damai Iran dan Amerika Serikat, peluang kenaikan bunga Federal Reserve hingga defisit perdagangan RI di Mei, atau pertama kalinya dalam kurun waktu enam tahun terakhir menjadi katalis.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan ditutup melemah sebesar 0,35 persen di pada level 5.875,78 dari 5.896,13 pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar BEI juga berkurang sebesar 0,14 persen menjadi Rp10.287 triliun dari Rp10.302 triliun pada penutupan pekan lalu.
|Baca juga: Bos KB Bank (BBKP) Borong 1 Juta Saham, Ada Apa?
Rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa selama sepekan turut terpangkas 16,71 persen menjadi 1,44 juta kali transaksi dari 1,73 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian Bursa juga mengalami penuruan 30,35 persen menjadi 17,54 miliar saham dari 25,18 miliar saham pada pekan sebelumnya.
Juga rata-rata nilai transaksi harian Bursa tergerus 35,90 persen menjadi Rp11,27 triliun dari Rp17,58 triliun pada pekan sebelumnya. Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih Rp6,08 miliar pada Jumat kemarin. Sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih atau adanya capital outflow sebesar Rp74,42 triliun.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

