1
1

Transaksi Akuisisi Diramal Makin Ramai, Asuransi M&A Bakal Kecipratan Untung?

Ilustrasi. | Foto: Pexels

Media Asuransi, JAKARTA – Aktivitas merger dan akuisisi (M&A) global diperkirakan kembali meningkat pada 2026. Sejalan dengan itu, penggunaan asuransi Representation and Warranty (R&W) atau Warranty and Indemnity (W&I) untuk melindungi transaksi juga diproyeksikan semakin banyak.

Melansir Insurance Asia, Selasa, 18 Agustus 2026, laporan Global M&A Trends and Risks yang diterbitkan Norton Rose Fulbright bersama Mergermarket menunjukkan 58 persen responden memperkirakan penggunaan asuransi R&W/W&I meningkat pada 2026 dari 2025. Bahkan, 32 persen responden memperkirakan kenaikannya akan signifikan.

Asuransi R&W/W&I digunakan untuk melindungi pembeli atau penjual dari risiko apabila informasi atau jaminan yang diberikan dalam sebuah transaksi ternyata tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Penggunaannya diperkirakan semakin menonjol terutama di Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Afrika.

Optimisme terhadap pasar M&A juga meningkat. Sebanyak 52 persen eksekutif bisnis memperkirakan transaksi M&A global akan tumbuh pada 2026. Dari jumlah tersebut, 20 persen memprediksi kenaikan yang signifikan.

Angka ini menunjukkan perubahan sentimen yang cukup besar dibandingkan survei tahun lalu. Dalam survei sebelumnya, hanya 38 persen responden yang memperkirakan aktivitas M&A meningkat.

Sektor teknologi diperkirakan menjadi salah satu penggerak utama transaksi lintas negara. Sebanyak 67 persen responden menilai teknologi memiliki peluang ekspansi terbesar, mengungguli sektor industri dan energi.

Kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu alasan utama meningkatnya minat tersebut. Sebanyak 78 persen responden menyebut AI sebagai peluang transaksi yang paling menarik pada 2026, naik dari 60 persen pada 2025.

|Baca juga: China Dorong Warga Berobat Dekat Rumah, Dana Asuransi Dialihkan ke Klinik

|Baca juga: Reasuransi Global Cetak Kinerja Kuat, ROE Tembus 16,3% di 2025

Minat tersebut juga tercermin dari strategi perusahaan. Sekitar 24 persen responden berencana membeli perusahaan yang telah banyak menggunakan AI, sedangkan 14 persen lainnya mengincar perusahaan yang memang fokus pada bisnis AI.

Dari sisi pendanaan, dana yang masih tersedia di perusahaan private equity diperkirakan menjadi salah satu sumber utama untuk mendorong transaksi. Faktor tersebut disebut 48 persen responden sebagai salah satu dari tiga pendorong utama M&A, disusul konsolidasi industri sebesar 45 persen.

Sebanyak 86 persen responden juga memperkirakan private credit tetap menjadi sumber pembiayaan penting untuk transaksi M&A dalam dua tahun mendatang. Sementara itu, 50 persen responden memperkirakan kondisi pembiayaan akan lebih mudah, termasuk 19 persen yang memproyeksikan perbaikan signifikan.

|Baca juga: Hanwha Life Bekali 2.728 Karyawan dengan AI, Siapkan 58 Proyek Baru

Meski prospek transaksi semakin positif, namun pelaku pasar masih menghadapi sejumlah hambatan. Perbedaan harga yang diinginkan pembeli dan penjual menjadi kendala terbesar. Sebanyak 48 persen responden menempatkannya sebagai salah satu dari tiga hambatan utama M&A pada 2026.

Ketidakpastian geopolitik berada di posisi berikutnya dengan 39 persen, sementara keterbatasan pembiayaan mencapai 37 persen. Untuk persoalan regulasi, aturan antimonopoli atau antitrust menjadi hambatan yang paling banyak disebut responden.

Kepala Global Corporate M&A and Securities Norton Rose Fulbright Raj Karia mengatakan pelaku M&A mulai kembali melakukan transaksi dengan pendekatan yang lebih terukur dan berorientasi pada strategi setelah menghadapi berbagai gangguan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut dia, tekanan geopolitik dan regulasi masih menjadi tantangan, tetapi pelaku transaksi mulai beradaptasi melalui strategi pendanaan, struktur transaksi, serta investasi yang lebih terarah, terutama pada sektor seperti AI. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan aktivitas M&A pada 2026.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Hanwha Life Bekali 2.728 Karyawan dengan AI, Siapkan 58 Proyek Baru
Next Post Dapat Restu OJK, FWD Syariah Tegaskan Pengalihan Portofolio Tidak Ubah manfaat Polis

Member Login

or