Media Asuransi, GLOBAL – Hanwha Life Insurance mulai mendorong penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pekerjaan sehari-hari. Perusahaan asuransi asal Korea Selatan ini akan membekali seluruh 2.728 karyawannya dengan Microsoft 365 Copilot.
Penerapan AI tersebut mulai dilakukan pada Agustus 2026 setelah Hanwha Life memberikan pelatihan dan melakukan persiapan sejak Mei. Teknologi ini akan digunakan untuk membantu karyawan menyelesaikan berbagai pekerjaan secara lebih cepat dan efisien.
Mengutip Asia Insurance Review, Selasa, 18 Agustus 2026, Hanwha Life juga sudah menyiapkan 58 proyek yang memanfaatkan AI. Proyek tersebut dibuat berdasarkan kebutuhan dari berbagai divisi perusahaan dan mulai dikerjakan pada Agustus.
Artinya, penggunaan AI di Hanwha Life tidak hanya sebatas chatbot untuk membantu pekerjaan administratif. Perusahaan juga ingin menggunakan teknologi tersebut untuk memperbaiki proses kerja di berbagai bagian, mulai dari investasi, pengembangan produk hingga fungsi pendukung perusahaan.
Karyawan dari berbagai divisi akan bekerja bersama tim teknologi informasi (IT) untuk mengembangkan proyek-proyek tersebut. Hanwha Life menilai karyawan dari masing-masing bidang lebih memahami pekerjaan yang bisa dibuat lebih cepat atau efisien dengan bantuan AI.
|Baca juga: China Dorong Warga Berobat Dekat Rumah, Dana Asuransi Dialihkan ke Klinik
|Baca juga: Reasuransi Global Cetak Kinerja Kuat, ROE Tembus 16,3% di 2025
Di bisnis asuransi, Hanwha Life juga tengah mengembangkan AI untuk membantu pekerjaan yang lebih spesifik. Teknologi tersebut antara lain digunakan dalam pengembangan produk, penghitungan risiko, serta pengelolaan keuntungan dari kontrak asuransi.
Setelah melakukan sejumlah pengujian, perusahaan membentuk organisasi khusus pada Juli untuk mengembangkan dan mengkomersialkan model AI yang telah dibuat.
Hanwha Life juga mulai memperbanyak karyawan yang memiliki kemampuan menggunakan AI. Dalam dua kompetisi coding dan hackathon yang digelar April dan Juli, sebanyak 285 karyawan ikut berpartisipasi. Sebanyak 190 peserta berasal dari divisi non-IT, sedangkan 95 lainnya berasal dari tim IT.
Keterlibatan karyawan non-IT menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk membuat penggunaan AI tidak hanya bergantung pada tim teknologi. Karyawan dari divisi investasi, produk, dan fungsi pendukung perusahaan juga tergabung dalam tim proyek AX untuk mencari cara menggunakan AI dalam pekerjaan mereka.
Hanwha Life menyatakan akan terus memperluas kemampuan AI di internal perusahaan dan menambah penerapannya ke berbagai lini bisnis.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

