Media Asuransi, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan nilai ekspor Indonesia Januari–April 2026 mencapai US$92,15 miliar atau naik 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, mengatakan bahwa sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas naik 6,28 persen menjadi US$87,74 miliar.
|Baca juga: LPEI Ramal Permintaan Asuransi Gagal Ekspor Meningkat di Tengah Gejolak Geopolitik
Sementara pada April 2026, ekspor mencapai US$25,30 miliar, naik 21,98 persen dibanding April 2025. “Demikian juga dengan ekspor nonmigas April 2026 naik 23,36 persen menjadi US$24,15 miliar,” kata Pudji dalam jumpa pers secara daring, Selasa, 2 Juni 2026.
BPS mencatat nilai impor Indonesia Januari–April 2026 mencapai US$86,51 miliar atau naik 13,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas naik 12,70 persen menjadi US$73,58 miliar.
|Baca juga: Promosi Pop-up Store Dorong Akselerasi Ekspor Indonesia ke Australia
Sementara pada April 2026, impor mencapai US$25,21 miliar, naik 22,49 persen dibandingkan April 2025. Demikian juga dengan impor nonmigas naik 14,11 persen menjadi US$20,62 miliar.
Sejalan dengan perkembangan ekspor-impor ini, maka neraca perdagangan Indonesia Januari–April 2026 mengalami surplus US$5,64 miliar. Surplus ini berasal dari surplus sektor nonmigas US$14,16 miliar, sementara sektor migas defisit senilai US$8,52 miliar.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

