Rights Issue, Summarecon (SMRA) Incar Dana Segar Rp1,5 Triliun

Media Asuransi – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengincar dana segar sebesar Rp1,5 triliun dari rencana melakukan penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) kepada para pemegang saham melalui mekanisme penawaran umum terbatas kedua (PUT II), dalam jumlah sebanyak-banyaknya 3,60 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), Adrianto P Adhi, mengatakan bahwa  dari penerbitan saham baru tersebut perseroan menargetkan dana sebesar Rp1,5 triliun. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk pengembangan usaha. Kini, keputusan penerbitan saham baru tersebut sudah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) kepada para pemegang saham melalui mekanisme penawaran umum terbatas kedua (PUT II).

“Dengan demikian mengubah Pasal 4 ayat 2 dan 3 Anggaran Dasar Perseroan, termasuk persetujuan pelimpahan kewenangan dengan memberikan kuasa kepada direksi perseroan untuk melaksanakan segala tindakan yang dianggap perlu untuk melaksanakan PUT II tersebut, tetapi tidak terbatas pada menetapkan kepastian jumlah saham yang diterbitkan dengan persetujuan dewan komisaris perseroan, maupun syarat dan ketentuan PUT II lainnya,” kata Ardianto dalam siaran tertulis yang dikutip Media Asuransi di Jakarta, Rabu, 7 April 2021.

Baca Juga:

Menurut Adrianto, RUPSLB telah menetapkan serta pemberian kuasa kepada dewan komisaris perseroan untuk menyatakan dalam akta notaris tersendiri mengenai perubahan anggaran dasar perseroan akibat peningkatan modal ditempatkan dan disetor dalam rangka penambahan modal, dengan memberikan HMETD kepada para pemegang saham Perseroan.

“Jumlah dana yang ditargetkan perseroan dari PUT II ini sebanyak-banyaknya sebesar Rp1,5 triliun dengan harga pelaksanaan yang akan ditentukan kemudian. Para pemegang saham mayoritas perseroan telah menyatakan akan menggunakan haknya untuk turut serta dalam pelaksanaan rights issue ini,” katanya.

Adrianto menambahkan, Sumarecon berencana menggunakan dana dari right issue ini untuk memperkuat struktur permodalan, pembayaran utang, dan modal kerja untuk mempercepat pengembangan usaha perseroan. Baik secara langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak.

Rights issue ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan, sehingga dapat menambah kemampuan untuk meningkatkan kegiatan usaha, kinerja dan daya saing perseroan. Dengan meningkatnya kinerja dan daya saing, diharapkan pula dapat meningkatkan imbal hasil nilai investasi bagi seluruh pemegang saham perseroan,” jelasnya.

Adrianto mengaku optimistis, rights issue ini akan sejalan dengan pertumbuhan pasar properti di tanah air, terlebih dengan berbagai dukungan dari regulasi pemerintah, turunnya angka penularan Covid-19 yang disertai kegiatan vaksinasi massal akan mendukung pemulihan penjualan properti secara bertahap.

“Kami yakin, perseroan di masa mendatang juga akan semakin meningkat seiring dengan berkembangnya skala usaha, melalui pengembangan produk-produknya yang inovatif dan berkualitas yang akan meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi seluruh stakeholder,” pungkasnya. One

Leave a Reply