1
1

OJK Ungkap Segudang Tantangan Industri Penjaminan, Mulai Permodalan hingga SDM Jadi Sorotan!

Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK). | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap sejumlah tantangan serius yang masih membayangi pengembangan dan penguatan industri penjaminan di Indonesia. Hal itu mulai dari permodalan hingga keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) spesifik.

Direktur Eksekutif Pengawasan Penjaminan, Dana Pensiun, dan Pengawasan Khusus OJK Asep Iskandar mengatakan persoalan permodalan masih menjadi isu utama yang dihadapi pelaku industri.

“Sementara untuk penguatan SDM dan sistem informasi pendukungnya kita punya POJK 11 2022 yang merupakan POJK SLIK di mana melalui POJK ini perusahaan penjaminan bisa mengakses SLIK ya, sehingga sangat mendukung untuk pelaksanaan akseptasi daripada penjaminan,” jelas Asep, dalam webinar, di Jakarta, Kamis, 16 April 2026.

|Baca juga: BRI (BBRI) Bagikan Dividen Tunai Rp209 per Saham, Cek Jadwal Lengkapnya di Sini!

|Baca juga: Jalankan Program Penjaminan Polis Asuransi, LPS Siapkan SDM hingga Infrastruktur

Ia menjelaskan sejumlah perusahaan penjaminan saat ini masih berupaya memenuhi ketentuan modal yang telah ditetapkan regulator, termasuk terkait ruang lingkup operasional yang berbeda antara skala nasional dan daerah.

Selain itu, ekosistem penjaminan juga dinilai belum optimal, terutama terkait kebutuhan akan tambahan perusahaan penjaminan ulang guna memperkuat kapasitas industri dalam negeri.

“Kemudian ekosistem penjaminan saat ini memang diharapkan hadir satu lagi ya atau pun mungkin bisa lebih banyak lagi perusahaan penjamin ulang supaya bisa meng-accept kapasitas di dalam negeri,” jelasnya.

|Baca juga: El Nino Godzilla Diprediksi Picu Risiko Klaim, OJK Minat Industri Asuransi Siaga

|Baca juga: Implementasikan Program Penjaminan Polis Asuransi, LPS Siapkan Skema Closed Resolution dan Open Resolution

Di sisi lain, lanjut Asep, tingkat literasi masyarakat terhadap penjaminan masih relatif rendah, sehingga menjadi hambatan dalam memperluas pemanfaatan layanan tersebut.

Tantangan lain juga muncul dari sisi kualitas SDM, khususnya tenaga ahli di bidang underwriting, manajemen risiko, aktuaria, hingga analitik data yang masih terbatas di industri penjaminan. Ia menilai berbagai tantangan tersebut perlu diatasi agar industri penjaminan dapat berperan optimal dalam mendukung pembiayaan sektor UMKM.

“Kemudian terkait SDM juga ada isu tersendiri bagi industri penjaminan terutama SDM yang memiliki keahlian di spesifik ya baik di bidang underwriting, manajemen risiko, aktuaria dan analitik data di sejumlah perusahaan penjaminan,” tutup Asep.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Dorong Transformasi Struktural, BP BUMN dan Danantara Dukung Streamlining Anak Usaha Pertamina
Next Post Kredit UMKM Mau Dipermudah, DPR Genjot Regulasi dan Anggaran

Member Login

or