1
1

Bos Permata Bank: Kekayaan Bukan Hanya Bertambah tapi Memberikan Manfaat

Gedung Permata Bank. | Foto: Permata Bank

Media Asuransi, JAKARTA – Direktur Consumer dan Branch Banking Permata Bank Eddie Sajoga menyatakan kekayaan bukan hanya tentang seberapa besar aset bertambah. Akan tetapi bagaimana kekayaan tersebut dapat memberikan manfaat.

“Oleh karena itu, kami melihat kebutuhan nasabah secara utuh melalui pengelolaan keuangan yang komprehensif dari berbagai perspektif, mulai dari individu, keluarga hingga bisnis, dan multi-generasi,” katanya, dikutip dari keterangan resminya, Senin, 24 Agustus 2026.

Hal itu yang membuat Permata Bank kembali menyelenggarakan acara Wealth Wisdom dengan tema ‘Finding Balance, Building Resilience‘ dengan semangat ‘Growing Together Through Changes‘.

“Melalui Wealth Wisdom, kami ingin terus tumbuh bersama nasabah –mendampingi nasabah di setiap perjalanan mereka, dengan memberikan layanan finansial yang relevan sesuai kebutuhan nasabah di setiap episode perjalanan hidup,” ujarnya.

Ia menambahkan Permata Bank juga ingin membuka wawasan yang lebih luas agar nasabah dapat mengambil keputusan finansial dengan lebih percaya diri dan membangun ketangguhan di setiap gejolak dinamika perekonomian global.

|Baca juga: Bank QNB Indonesia (BKSW) Catat Laba Tumbuh 178% Jadi Rp29,6 Miliar di Semester I/2026

“Inilah makna growing together yang ingin terus kami bangun bersama nasabah,” ungkapnya.

Salah satu narasumber yang kembali hadir dalam rangkaian Wealth Wisdom tahun ini adalah Lo Kheng Hong, investor saham kawakan yang dikenal luas dengan pendekatan value investing. Ia mengatakan investasi yang baik selalu dimulai dari pemahaman, bukan sekadar ikut arus.

|Baca juga: Oona Indonesia Catat Laba Bersih Tumbuh 55% di Semester I/2026 

|Baca juga: Citi Indonesia Cetak Laba Rp994 Miliar, DPK Tumbuh 23% di Semester I/2026

Sebelum menempatkan uang di mana pun, ia menambahkan, penting untuk benar-benar mengenal apa yang kita investasikan, bukan hanya tergiur oleh potensi keuntungan sesaat. Justru di sinilah letak ketangguhan seorang investor, yakni tetap tenang dan sabar di tengah perubahan pasar.

“Karena nilai yang baik butuh waktu untuk benar-benar terlihat. Saya berharap, melalui wealth wisdom, semakin banyak orang yang berinvestasi dengan pemahaman yang matang dan analisis yang seimbang, bukan sekadar mengikuti tren,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post BNI Sekuritas Ajak Masyarakat Belajar Investasi di BNI WondrX 2026
Next Post Laba Allianz Asia Pacific Naik 11,4% di Semester I/2026

Member Login

or