1
1

Laba Allianz Asia Pacific Naik 11,4% di Semester I/2026

Ilustrasi. | Foto: Asia Insurance Review

Media Asuransi, GLOBAL – Allianz Asia Pacific mencatat kinerja positif pada semester I/2026 dengan laba operasional di luar India naik 11,4 persen menjadi 455 juta euro. Pertumbuhan terutama ditopang bisnis Property & Casualty (P&C) yang laba operasionalnya melonjak 35 persen menjadi 97 juta euro.

Melansir Insurance Asia, Senin, 24 Agustus 2026, laba operasional bisnis Life and Health tumbuh 6,4 persen menjadi 358 juta euro. Nilai bisnis baru (NBV) meningkat 3,9 persen menjadi 396 juta euro.

Jika Thailand tidak diperhitungkan, NBV tumbuh lebih tinggi sebesar 16,5 persen menjadi 319 juta euro, didorong kinerja China, Indonesia, dan Malaysia. Allianz juga mencatat kenaikan delapan persen pada Present Value of New Business Premiums (PVNBP) menjadi 4,5 miliar euro.

Pertumbuhan semakin cepat pada kuartal II/2026. NBV naik 25,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. China mencatat pertumbuhan NBV tertinggi sebesar 79,4 persen, disusul Indonesia 22,5 persen dan Malaysia 12,2 persen.

Kanal distribusi melalui kemitraan menjadi salah satu pendorong utama. NBV dari bisnis partnership naik 12 persen, sementara NBV dari kanal agency mencapai 204 juta euro. Jumlah agen aktif meningkat lima persen dengan produktivitas naik delapan persen.

|Baca juga: Destry Maju Jadi Gubernur BI, Ini Pesan Bos Citi untuk Kebijakan Bank Sentral

|Baca juga: Bank QNB Indonesia (BKSW) Catat Laba Tumbuh 178% Jadi Rp29,6 Miliar di Semester I/2026

Regional CEO Allianz Asia Pacific Anusha Thavarajah mengatakan hasil tersebut menunjukkan perkembangan bisnis Allianz di Asia sekaligus pelaksanaan strategi perusahaan yang konsisten.

Dari bisnis P&C, total volume bisnis meningkat 13,6 persen menjadi 1,3 miliar euro. Singapura mencatat pertumbuhan terbesar sebesar 220,8 persen, sedangkan Malaysia tumbuh 9,8 persen.

Hasil layanan asuransi operasional P&C juga melonjak 63,7 persen menjadi 70 juta euro. Allianz menilai permintaan terhadap produk perlindungan masih meningkat di Asia. Masyarakat dinilai semakin membutuhkan perlindungan untuk kesehatan, masa pensiun, dan aset.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Bos Permata Bank: Kekayaan Bukan Hanya Bertambah tapi Memberikan Manfaat
Next Post HDI Global Catat Laba Bersih US$249,6 Juta di Semester I/2026

Member Login

or