1
1

BTN (BBTN) Andalkan Pasar Rumah Bekas untuk Genjot KPR di Semester II/2026

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu (kiri). | Foto: BTN

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN membidik pasar rumah bekas sebagai mesin pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada semester II/2026. Strategi ini disiapkan di tengah pertumbuhan KPR yang mulai melandai, terutama pada segmen nonsubsidi.

Hingga Juni 2026, portofolio housing loan BTN tumbuh 4,8 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp332,89 triliun. Sementara itu, portofolio mortgage meningkat 5,8 persen yoy menjadi Rp309,95 triliun.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan perseroan kini menggenjot pembiayaan di pasar sekunder. Targetnya, menangkap transaksi rumah bekas hingga renovasi rumah yang dinilai masih cukup aktif.

“Kita memang lagi agresif, lagi cari market dengan cara lebih cepat di pasar second,” jelas Nixon, kepada Media Asuransi di Jakarta, Kamis, 16 Mei 2026.

Nixon mengatakan pasar sekunder yang dibidik BTN tidak hanya mencakup pembelian rumah bekas, tetapi juga pembiayaan renovasi hingga perluasan rumah yang diperkuat melalui kolaborasi dengan platform digital.

|Baca juga: BTN (BBTN) Godok 2 Aksi Korporasi dengan SMF, Begini Bocorannya!

|Baca juga: Citi Luncurkan Tokenized Depositary Receipts untuk Menghubungkan Perusahaan Tertutup dan Investor

“Nah kita juga lagi masuk ke pasar secondary bersama dengan penyedia digital yaitu Pinhome maupun Rumah123,” jelasnya.

Selain memperluas pasar, BTN juga memangkas waktu proses pengajuan KPR agar lebih kompetitif dengan menargetkan pencairan kredit hanya dalam waktu tiga hingga lima hari. “Jadi kalau lewat Pinhome atau lewat Rumah123 nanti kita akan cepetin bisnis prosesnya sehingga mudah-mudahan 3-5 hari bisa cair,” ujarnya.

Dirinya menilai perlambatan KPR dipicu oleh masih tertahannya pasar primer akibat kendala pasokan, sementara permintaan rumah di segmen harga di atas Rp1 miliar juga belum menunjukkan pemulihan.

Meski demikian, BTN belum mengubah target pertumbuhan kredit tahun ini. Hingga semester I/2026, total kredit dan pembiayaan BTN sudah tumbuh 11,2 persen yoy atau melampaui target awal.

“Kita sebenarnya dari awal 8-10 persen, Juni udah 11,2 persen. Jadi malah nurunin kan. Jadi rasanya sih target pasti tercapailah,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Klaim yang Tak Pernah Terjadi
Next Post PT Pialang Asuransi Neksus Masuk 10 Besar

Member Login

or