Media Asuransi, JAKARTA– PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Danamon”, BEI: BDMN), pada kinerja keuangan dan operasional konsolidasiannya pada dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026, mencatatkan pertumbuhan laba bersih periode berjalan sebesar 35 persen.
Sedangkan, pada pendapatan operasional sebelum pencadangan ada pertumbuhan 12 persen, dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya (“year-on-year”), setelah memperhitungkan dampak dari implementasi PSAK 338. Pertumbuhan profitabilitas ini didukung dengan pertumbuhan 9 persen YoY pada total kredit dan trade finance konsolidasian, serta pertumbuhan 16 persen YoY pada total simpanan konsolidasian.
|Baca juga: Isu Merger dengan MUFG Menyeruak, Begini Penjelasan Resmi Bank Danamon (BDMN)!
Direktur Utama Danamon Nobuya Kawasaki,, menjelaskan, Danamon mengawali tahun 2026 dengan kinerja keuangan yang kuat, dengan mencatatkan pertumbuhan pada penyaluran kredit, penghimpunan dana, serta profitabilitas, serta tetap menjaga kualitas aset dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Dengan arahan strategis untuk tumbuh bersama sebagai satu grup finansial, Danamon berkomitmen tetap menjadi penyedia solusi finansial yang mendapatkan kepercayaan nasabah, serta terus dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia,” jelasnya dalam keterangan pers, Kamis, 30 April 2026.
|Baca juag: Atasi Masa Tunggu dan Kendala Biaya, Bank Danamon (BDMN) Tawarkan Solusi Keuangan Haji Muda
Dalam sisi intermediasi keuangan, pada tanggal 31 Maret 2026, Danamon membukukan total kredit dan trade finance konsolidasian sebesar Rp216,2 triliun, tumbuh 9 persen YoY. Pertumbuhan ini ditopang oleh pertumbuhan kredit 11 persen pada lini bisnis enterprise banking & financial institution, 9 persen pada lini bisnis SME Banking, 7 persen pada lini bisnis consumer banking, dan 5 persen pada lini bisnis Adira Finance.
Dalam sisi profitabilitas, sepanjang kuartal pertama 2026, Danamon membukukan pendapatan operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit atau PPOP) konsolidasian sebesar Rp2,6 triliun, tumbuh 12 persen (YoY).
Dengan perbaikan sebesar 13 persen YoY pada biaya kredit (cost of credit), Danamon membukukan laba operasional konsolidasian sebesar Rp1,6 triliun. Laba bersih periode berjalan konsolidasian pada kuartal pertama 2026 adalah sebesar Rp1,1 triliun, tumbuh 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam sisi rentabilitas, Danamon membukukan margin bunga bersih (net interest margin atau NIM) sebesar 7,6 persen.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
