Media Asuransi, JAKARTA – Industri perbankan memiliki peran penting dalam mendorong investasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, industri perbankan perlu didorong untuk meningkatkan pertumbuhan kredit hingga mencapai level double digit guna mendukung ekspansi sektor riil.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan investasi merupakan salah satu faktor utama yang menopang pertumbuhan ekonomi setelah konsumsi rumah tangga. Dalam konteks tersebut, pertumbuhan kredit menjadi indikator penting yang menunjukkan perkembangan aktivitas investasi di dalam negeri.
|Baca juga: Sequis Life Dukung Perempuan Wirausaha Tumbuh Lebih Kuat dan Berkelanjutan
|Baca juga: OJK Klaim Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global
“Yang perlu dikuatkan di jasa keuangan ini adalah satu. Tadi saya menyampaikan tentang pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh konsumsi. Salah satu penguatan yang paling besar itu adalah investasi, pembentukan modal tetap bruto. Faktor kedua setelah konsumsi rumah tangga,” kata Misbakhun, di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Ia menjelaskan pembentukan modal tetap bruto atau investasi menjadi komponen yang memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, peningkatan penyaluran kredit perbankan dinilai menjadi salah satu kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
“Pertumbuhan kredit adalah salah satu indikator utama bagaimana investasi itu dikembangkan,” ujarnya.
View this post on Instagram
Misbakhun mengatakan tantangan terbesar yang saat ini dihadapi sektor jasa keuangan adalah meningkatkan laju pertumbuhan kredit ke level dua digit. Menurut dia, pencapaian tersebut akan memberikan dorongan lebih besar terhadap investasi dan aktivitas usaha di berbagai sektor.
Ia mengungkapkan pertumbuhan kredit pada 2023 berada di kisaran 9,7 persen. Angka tersebut, menurut dia, menjadi pijakan bagi industri perbankan untuk terus meningkatkan penyaluran pembiayaan kepada dunia usaha dan masyarakat.
Menurut dia, pertumbuhan sektor riil membutuhkan dukungan sektor perbankan yang kuat. Semakin besar kredit yang disalurkan kepada pelaku usaha, semakin besar pula dampak berantai yang dapat tercipta bagi perekonomian nasional.
“Karena sektor riil yang tumbuh dengan dukungan sektor perbankan yang kuat maka memberikan implikasi sektor riil yang terus memberikan kontribusi,” katanya.
|Baca juga: Asuransi Ramayana (ASRM) Bagikan Dividen, Ini Jadwal Pembayarannya
|Baca juga: KUPASI Sarankan OJK Terapkan New RBC Bertahap untuk Jaga Stabilitas Industri Asuransi
Misbakhun menilai pembiayaan yang kuat akan mendorong perkembangan berbagai segmen usaha, mulai dari korporasi, konsumen, hingga Usaha Mikro,Kecil dan Menengah (UMKM). Pada akhirnya, kondisi tersebut akan memperkuat daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).
“Dan multiplier effect terhadap pembiayaan ini akan sangat besar. Pembiayaan yang kuat terhadap semua lini ini akan memberikan upaya-upaya yang sangat serius, dorongan kepada semua jenis usaha baik itu korporat, konsumer maupun UMKM,” ucapnya.
“Dan ini akan memberikan penguatan kepada daya beli masyarakat, tentunya juga akhirnya memberikan dorongan kepada pertumbuhan PDB,” tutup Misbakhun.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

