1
1

Pertama Kali Diluncurkan, ETF Emas Mulai Digemari Investor

Media Asuransi, JAKARTA –  Sejak pertama kali diluncurkan di Bursa Efek Indonesia pada 10 Agustus 2026 lalu, Exchange Traded Fund (ETF) Emas sudah diminati investor retail. Tercatat sudah ada 400 investor retail dan sejumlah investor sedang menjajaki untuk berinvestasi.
“Saat ini data di kami sudah ada 400 investor retail,” ujar Group Head of Operation Syailendra Capital,  Agustinus Candra, dikutip dari keteramgan resmi, Sabtu, 5 September 2026.
Saat ini pihaknya juga menjajaki investor institusi. Candra mengatakan sejumlah perusahaan asuransi yang ditemui Syailendra pada dasarnya tidak memiliki batasan untuk berinvestasi pada ETF emas.
Namun, menurut dia, perusahaan masih membutuhkan ketentuan internal yang mengakomodasi Electronic Gold Receipt (EGR) dalam kebijakan investasinya.
“Kalau dari sisi insurance company itu mereka tuh memang enggak ada batasan tuh, jadi silakan kalau dia mau invest gitu ya. Cuma kalau ditanya kenapa memang belum invest, memang kayaknya mereka butuh satu turunan peraturan internal,” tutur dia.
Setelah meluncurkan Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO), salah satu perusahaan manajer investasi lokal independen dengan dana kelolaan terbesar di Indonesia, Syailendra Capital, kembali memperkuat edukasi masyarakat mengenai investasi emas melalui acara Gold 360°: One Asset, Four Perspectives, awal pekan ini.
Melalui forum edukasi dan diskusi ini, Syailendra Capital menghadirkan perspektif dari Manajer Investasi, Dealer Participant, serta Gold Provider & Custody untuk  mengajak media dan masyarakat melihat emas secara lebih menyeluruh dan mendalam, mulai dari perkembangan pasar dan faktor yang memengaruhi harga emas, evolusi cara investasi emas, hingga struktur, mekanisme serta infrastruktur yang mendukung keberadaan emas fisik sebagai underlying produk ETF emas.
 “Emas memiliki karakteristik yang unik dalam sebuah portofolio. Walaupun merupakan aset non yield, namun emas mampu menjadi portfolio diversifier karena korelasi yang bisa berbeda dengan aset keuangan lainnya,” ujar
Chief Executive Officer Syailendra Capital, Fajar R. Hidajat dalam keterangannya.
Emas sendiri terus menjadi salah satu aset yang diperhatikan investor di tengah dinamika ekonomi dan pasar global. Secara historis, emas juga menunjukkan ketahanan pada sejumlah periode tekanan pasar, termasuk saat Global Financial Crisis tahun 2008 lalu dan pandemi Covid-19. Namun demikian, seperti instrumen investasi lainnya, harga emas tetap mengalami fluktuasi dan memiliki risiko yang perlu dipahami investor.
“Oleh karenanya, kami harap masyarakat dapat semakin memahami fungsi dan karakteristik emas sebagai salah satu aset dalam portofolio investasi, sekaligus terus terbuka terhadap perkembangan instrumen investasi emas di pasar modal Indonesia,” tutupnya.
Editor: Irdiya Setiawan

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Hari Pelanggan Nasional 2026, Inhealth Kunjungi Peserta Asuransi di Rumah Sakit

Member Login

or